MUINasionalNews

Sekjen MUI Sebut Advokat Menjadi Salah Satu Pilar Penegak Hukum untuk Keadilan

37
×

Sekjen MUI Sebut Advokat Menjadi Salah Satu Pilar Penegak Hukum untuk Keadilan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mengadakan Halal Bihalal dengan tema: Maaf Lahir Batin, Rajut Silaturrahmi, Eratkan Tali Kasih di Hotel Aston Grogol (25/4/25). Ketua DPC Peradi Dr.Suhendra Asido Hutabarat, SH, SE, MM, MH mengatakan bahwa Halal Bihalal ini merupakan warisan para tokoh bangsa yang harus kita lestarikan karena memiliki nilai kebaikan sejalan dengan tema yang ada yakni, Maaf Lahir Batin, Rajut Silaturrahmi, Eratkan Tali Kasih.

Oleh sebab itu kata dia silaturrahmi Halal Bihalal ini dapat memperkuat kebersamaan para advokat dalam menjalankan profesi sebagai advokat untuk pembela atau memberikan bantuan atau pertolongan dalam suatu kasus, baik di pengadilan maupun di luar pengadilan.

Sehingga para pihak memperoleh nilai keadilan yang menjadi kebutuhan semua pihak. Dalam kesempatan itu pula Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. Amirsyah Tambunan mengawali ceramahnya dengan mengutip sebuah pantun:

Selalu saja ada makanan
Selalu ada yang menghabiskannya
Jangan bicara keadilan
Jika tidak melaksanakannya.

Dengan gemuruh para undangan menyambut dengan tepuk tangan yang meriah dan penuh tawa. Ia memberikan ceramah penuh sendirian dan canda bahwa advokat sebagai profesi yang terhormat harus menjaga dan menegakkan rasa keadilan semua pihak, karena keadilan itu milik semua orang untuk mewujudkan kemaslahatan bersama.

“Tanpa keadilan tidak akan ada peradaban. Sebaliknya tanpa peradaban tidak akan tegak keadilan. Karena itu pradaban merupakan fondasi menegakkan keadilan, sedangkan kebiadaban merupakan kehancuran moral suatu bangsa seperti kebiadanan yang dilakukan Zionis Irael si Gaza Palestina yang harus kita lawan dengan kemerdekaankemerdekaan,” ujar Buya Amirsyah.

Sejalan dengan itu Sekjen MUI menegaskan dalam tausiyahnya bahwa Allah SWT memerintahkan manusia agar bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (QS:3:133).

Niai-nilai taqwa merupakan sumber nilai yang amal mulia bagi hambaNya sebagai umat beragama untuk menjunjung tinggi nilai-nilai paradaban suatu bangsa dengan empat ciri yaitu; pertama, orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit.

Kedua, orang-orang yang menahan amarahnya; Ketiga, memaafkan (kesalahan) orang lain; Keempat Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan (QS:3:134).

Sekali lagi para advokat merasa enjoy mendengaran tausiyah Sekjen MUI yang hampir satu jam karena memberikan motivasi optimis agar para advocad benar-benar sebagai pejuang pembela keadilan di tengah suasana mahalanya nilai keadilan.

“Oleh karena itu nilai keadilan biasa berdiri tegak diatas nilai-nilai taqwa (I’diluu huwa aqrabu littaqwa). Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. (Al-Maidah ayat 8). Jadi taqwa dan keadilan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat di pisahkanpisahkan,” tandas Sekjen MUI.

Hadir Sekretaris Jenderal Peradi Dr. H. Hermansyah Dulaimi, S.H., M.H dan ratusan advocad diantaranya Kaspudin Nor mantan Komisioner Komisi Kejaksaan RI yang juga akademisi dan advokat senior.

Akhirnya buya Amirsyah mengajak para advokat untuk terus meningkatkan nilai-nilai taqwa untuk menegakkan keadilan.

Seraya Buya Sekjen MUI itu pun membacakan pantun penutupnya sebagai berikut :
Ayah pulang bawa makanan
Tidak lupa bawa spagheti
Berani menegakkan keadilan
Walau mengenai diri sendiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *