Papua, panjimas – Dr.Amirsyah Tambunan selaku Sekjen MUI menghadiri Rapat Koordinasi Daerah MUI Daerah Papua Barat dalam rangka persiapan pembentukan MUI Papua Barat Daya di kantor MUI Papua Barat (10/5/25). Ahmad Nusrau menyampaikan bahwa walau usia MUI Papua Barat terbilang muda namun membuat banyak prestasi.
Ahmad Nausrau yang berasal dari Ormas Muhammadiyah dan menjadi Ketum MUI Papua Barat periode kedua (2021-2026) dalam memimpin MUI terbilang usia muda, namun kiprah MUI tumbuh pesat karena banyak faktor, diantaranya : pertama, MUI Papua Barat berkhidmat sebagai mitra pemerintah (sodiqul hukumah) berjalan dengan lancar karena bersinergi dengan berbagai pihak, sehingga posisi MUI menjadi sentral dan penting dalam melayani umat (khodumul ummah);
“Berikutnya yang kedua, berhasil mengkonsolidasikan kekuatan umat sehingga dapat mewujudkan kekuatan ummat (taqwiyatul ummah) dalam menjalankan fungsi keulamaan,” kata Ahmad putra daerah kelahiran Kaimana.
Untuk itu Sekjen MUI mengapresiasi capaian MUI Papua Barat sehingga memperoleh kategori lima besar dalam standar managemen mutu ISO 9001:2015. Oleh karenanya untuk kedepan, buya Amirsyah meminta agar MUI Papua Barat dapat mempertahankan prestasi melalui layanan mutu guna melaksanakan visi MUI antara lain; pertama, mewujudkan umat terbaik (khoiru ummah); kedua, negara yang aman damai penuh ampunan (baldatul thoyibatun wa rabbul ghofur).
Maka untuk itu diperlukan kesamaan persepsi dan gerakan langkah yang kuat bersama ormas (taswiayatul manhaj wa tansiqul haroqah) sehingga konsolidasi kekuatan umat dapat terwujud. Konsolidasi membangun kekuatan umat melalui ekonomi yang berorientasi dalam mensejahterakan rakyat sesuai amanat pasal 33 UUD 1945.
Dirinya juga menegaskan bahwa negara menguasai, tapi bukan pemilik sumber daya alam yang tersebar di seluruh Indonesia. Karena itu kekayaan alam yang di kuasai sekelompok orang harus di cegah dan di hentikan oleh Negara agar kemiskinan dan kesenjangan sosial dapat selesaikan dengan secara terukur dan terencana.
