NasionalNews

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gelar UTBK FKF 2025: Seleksi Ketat, Suasana Tetap Ceria

71
×

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gelar UTBK FKF 2025: Seleksi Ketat, Suasana Tetap Ceria

Sebarkan artikel ini

Malang, panjimas – Ribuan pasang mata tertuju ke layar komputer, jemari berselancar di atas keyboard, dan pikiran tertuju pada soal demi soal yang harus dituntaskan. Suasana tegang dan penuh konsentrasi itulah yang menyelimuti pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Fakultas Kedokteran dan Farmasi (FKF) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang digelar pada 15–17 Mei 2025.

Seleksi masuk program studi favorit ini memang selalu menyita perhatian. Lebih dari 1.000 siswa dari berbagai daerah datang ke Kampus Putih untuk memperebutkan kursi sebagai bagian dari Generasi 25 UMM. Kompetisi berlangsung ketat, namun tetap dijalankan dengan sistem pengawasan berlapis.

Kepala Perekrutan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Moh. Wahyu Kurniawan, M.Pd., menjelaskan bahwa pihak kampus telah mempersiapkan berbagai perangkat keamanan untuk menjamin proses seleksi berjalan adil dan bebas dari kecurangan.

“Pelaksanaan UTBK ini sudah berlangsung sejak enam tahun lalu. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya joki maupun kecurangan-kecurangan lainnya. Di setiap ruangan juga terdapat pengawas dan juga bagian teknisi untuk membantu para peserta jika terjadi masalah pada komputer,” jelasnya.

Tak hanya menyiapkan metal detector dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan, UMM juga berupaya menciptakan suasana yang lebih bersahabat bagi para peserta. Salah satu cara yang dilakukan adalah menghadirkan Mobil Kamis Membaca (KaCa).

Mobil ini bukan sekadar membawa ratusan buku, tetapi juga menjadi ruang jeda emosional bagi peserta usai berjibaku dengan soal-soal UTBK. Di sekitarnya, peserta tampak bermain tebak-tebakan, mengikuti permainan tradisional, hingga membuat konten TikTok bersama teman-teman barunya. Gelak tawa dan keceriaan pun menjadi warna tersendiri di sela atmosfer seleksi yang serius.

“Kami tentu berharap mahasiswa baru yang terpilih nantinya bisa menjadi bibit-bibit unggul untuk masa depan,” lanjut Wahyu. Menurutnya, para peserta yang lolos nantinya akan menjadi tenaga-tenaga penting di bidang kesehatan yang keberadaannya sangat dibutuhkan.

Sementara itu, di sudut lain kampus, para orang tua menanti dengan penuh harap. Salah satunya adalah Novi Damayanti, wali dari salah seorang peserta ujian. Ia menyampaikan optimisme dan keyakinannya terhadap kualitas pendidikan UMM, khususnya di bidang kesehatan.

“Semoga anak saya bisa diterima di UMM dan menjadi generasi unggul, terutama di bidang kesehatan. Saya yakin UMM bisa mengantarkan anak saya menjadi generasi muda yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan persaingan yang ketat, pengawasan yang ketat pula, serta suasana yang mendukung, UTBK FKF UMM tahun ini tak sekadar seleksi akademik, tetapi juga momen pembentukan karakter awal bagi calon mahasiswa kedokteran dan farmasi masa depan. Mereka adalah benih yang dipersiapkan untuk tumbuh menjadi pohon-pohon kokoh yang siap menaungi masa depan kesehatan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *