BPJHInternasionalNews

Dalam Kazan Forum 2025, Kepala BPKP Sampaikan Halal Symbol of Modern Civilization, Transpatency and Traceability

25

Kazan, panjimas — Melalui saluran TV Nasional Rusia, usai gelaran Internasional “Russia – Islamic World: Kazan Forum 2025” Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Dr. Ahmad Haikal Hasan ditanya oleh awak media di sana tentang Forum Halal Dunia tersebut.

“Halal is indeed not for Muslim only, halal verily is for everyone, believers or non-believers. Halal has shifted and transformed from not solely religious issues, but also economic issues. Halal is a symbol of modern civilization, of healthiness, of cleanliness, of transparency, of animal welfare, of traceability, and trustability.” ujar Haikal Hasan kepada media Nasional Rusia

Lebih lanjut Kepala BPJPH juga menjelaskan kalau konsep halal telah bertransformasi bukan lagi hanya tentang agama, tetapi juga menjadi standar global untuk peradaban modern, kualitas, kesehatan, kebersihan, etika, kesejahteraan hewani, kepercayaan, dan keberlanjutan.

Halal menurut Kepala BPJPH juga bukan lagi hanya kewajiban umat Islam di Malaysia, Saudi atau di Rusia saja, tetapi telah menjadi pilihan sadar masyarakat dunia karena menjanjikan produk yang aman, bersih, transparan, dan terpercaya.

“Walau saat ini terjadi perbedaan standardisasi halal di seluruh dunia, tapi kita bisa memulai untuk memiliki “mindset” standard halal global yang saling diakui oleh negara-negara anggota OKI. Kita harus memiliki pemikiran yang sama tentang ini, karena jika kita mau menjadi pemenang dalam halal industri, kita harus bersama-sama, tidak terpisah atau masing-masing,” tandasnya.

Sebagai langkah maju, dirinya juga mengharapkan adanya kolaborasi yang kuat dan sehat antar negara OKI yang diperlukan untuk segera menyusun standar halal global tersebut, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kehadiran BPJPH dalam forum internasional ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk pelaku industri halal global dan lembaga sertifikasi halal internasional.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki visi untuk menjadi pusat produsen halal global. Melalui BPJPH terus didorong penguatan dan harmonisasi standardisasi halal agar produk halal semakin kompetitif di pasar internasional.

Kepala BPJPH juga menjelaskan tentang bagaimana proses saling pengakuan dan keberterimaan Sertifikat Halal antara BPJPH dengan lembaga halal luar negeri (LHLN) negara lain, baik LHLN pemerintah maupun swasta.

Selain menjadi narasumber, Kepala BPJPH juga melakukan pertemuan bilateral dengan lembaga sertifikasi halal dari Arab Saudi, Rusia, serta negara-negara OKI lainnya.

“Pertemuan ini bertujuan memperluas kerja sama saling pengakuan sertifikasi halal (mutual recognition agreement) serta memperkuat jejaring industri halal global,” tandasnya.

Exit mobile version