وَاَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ
لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَ
(Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.
Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.
(QS. Al-Hajj [22] : 27-28)
Umat Islam di seluruh dunia segera menyongsong perayaan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban yang bertepatan jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2025.
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia menerbitkan Taushiyah Idul Adha sebagai berikut:
- Bersyukur dan apresiasi terhadap penyelenggaraan Sidang Isbat 1 Zulhijjah 1446 H yang digelar oleh Kementerian Agama RI yang bersama-sama dengan Ormas Islam, Lapan, BMKG, dan para ahli ilmu Falak / astronomi telah berhasil mencapai kesepahaman dan kesepakatan bersama tentang penetapan 1 Zulhijjah yang berkonsekwensi terhadap jatuhnya tanggal 10
Zulhijjah sebagai Hari Raya Idul Adha 1446 H bertepatan dengan hari Jumat 6 Juni 2025
sehingga Hari Raya Idul Adha 1446 H disemati sebagai hari raya Haji Akbar dapat dirayakan
secara bersama dan penuh syiar. - Mengingatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah di bulan Zulhijjah di antaranya infak,
sedekah, dan memperbanyak puasa sunnah terutama hari Tarwiyah (8 Zulhijjah) dan hari
Arafah (9 Zulhijjah) serta melaksanakan shalat Hari Raya Idul Adha bersama sanak keluarga
di masjid maupun di lapangan pada hari Jumat, 10 Zulhijjah 1446 H yang bertepatan dengan
hari Jumat, 6 Juni 2025 sebagai bentuk syiar dan dakwah dan ukhuwah Islamiyah. - Mengingatkan masyarakat yang mampu untuk menunaikan ibadah Kurban yaitu memotong
hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada perintah agama dan sekaligus sebagai
momentum Gerakan Kepedulian Nasional kepada sesama saudara dan lingkungannya yang
kurang mampu sekaligus sebagai bentuk penguatan ikatan sosial kemasyarakatan yang rukun.
Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw,
مَن كان له سَعَةٌولم يُضَ ِّح فال يَقْرَبَنَّمُصَالَّنَا )رواه احمد(
“Siapa saja yang memiliki keluasan rezeki tetapi enggan berkurban maka jangan sekali-kali
dia mendekat ke tempat shalat kami” (HR. Ahmad) - Menghimbau kepada masyarakat untuk menyembelih hewan kurban pada Rumah Potong
Hewan Syariah yang sudah memiliki Juru Sembelih Halal agar terjaga kehalalan pemotongan
hewan kurbannya dan terjamin higienitas sesuai prinsip syariah. Jika menyembelih hewan
kurban tidak di Rumah Potong Hewan Syariah, maka pastikan limbah hewan kurban tidak
mengotori lingkungan dan pastikan hewan kurban disembelih sesuai tuntunan syariah. - Mengajak umat Islam untuk menggemakan dan mensyiarkan kalimat Takbir di rumah, masjid,
mushalla, dan di platform media sosial dari 10 Zulhijjah sampai akhir hari Tasyriq yaitu 11,
12, dan 13 Zulhijjah sebagai bentuk pengagungan terhadap kemahabesaran Allah dalam
peristiwa Idul Adha. - Meminta seluruh umat Islam untuk mengambil hikmah keteladanan nabi Ibrahim dan Nabi
Ismali AS yang dengan penuh kerelaan berkorban dan tunduk kepada perintah Allah Swt, di atas kecintaan mereka terhadap keluarga demi tegaknya agama Allah Swt. - Menyeru kepada masyarakat untuk mengambil hikmah ibadah Kurban, yaitu untuk membuang
dan mengalahkan hawa nafsu dan egoisme individu-kelompok, serta lebih mengedepankan
kepentingan bersama untuk kebaikan masyarakat yang lebih luas. - Menghimbau kaum muslimin untuk mendoakan jamaah haji dan petugas haji agar selalu sehat
dan lancar dalam melaksanakan rangkaian ibadah hajinya serta meraih haji mabrur sehingga
sekembalinya mereka ke tanah air dapat meningkatkan kiprah dan kontribusi mereka dengan
lebih baik. - Mengapresiasi kinerja pemerintah RI dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446 H / 2025 M
dengan memperhatikan beberapa catatan pentingnya untuk perbaikan, peningkatan profesionalitas dan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di tahun-tahun berikutnya seperti; perbaikan manajemen Multi Syarikah, masih ada disinkronisasi data jamaah haji antara Kanwil Kemenag dan Kementerian Agama RI, profesionalisme manajemen kartu Nusuk haji,
sosialisasi secara optimal dan mitigatif terkait regulasi dan kebijakan haji dari pemerintah
Kerajaan Arab Saudi kepada para jamaah haji Indonesia, lamanya masa tunggu pergi haji di
Indonesia, serta penyembelihan hewan Dam ( hadyu ) hendaknya tetap mengacu kepada fatwa
MUI Nomor 41 Tahun 2011 tentang Penyembelihan Hewan Dam Atas Haji Tamattu’ Di Luar
Tanah Haram, dan Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pembayaran Dam Atas Haji Tamattu’ dan
Qiran Secara Kolekti.
Demikian Taushiyah Idul Adha 1446 H / 2025 M disampaikan. Semoga umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia senantiasa dalam naungan kesejahteraan kemakmuran, dan keberkahan.
Ketua Umum K.H. M. ANWAR ISKANDAR. Sekjen H. AMIRSYAH TAMBUNAN













