MuhammadiyahNasionalNews

Penguatan Ideologi Muhammadiyah melalui Kegiatan Ideopolitor, Fondasi Kader dalam Menjawab Tantangan Zaman

43

Jakarta, panjimas – Di tengah arus deras globalisasi, infiltrasi nilai-nilai asing, serta melemahnya semangat keumatan dan kebangsaan di kalangan generasi muda, penguatan pemahaman ideologi Muhammadiyah menjadi sebuah kebutuhan mendesak.

Dalam konteks inilah, kegiatan Ideopolitor (Ideologi, Politik, dan Organisasi) hadir sebagai salah satu instrumen strategis untuk membentuk kader-kader Muhammadiyah yang tidak hanya militan secara organisasi, tetapi juga kokoh secara ideologis.

Dilaksanakan pada 14 Juni 2025 (18 Dzulhijjah 1446 H) & bertempat di Aula Ahmad Dahlan Gedung A FKIP UHAMKA, Jakarta Timur. Ideopolitor Muhammadiyah Jakarta Timur mengusung tema ”Meneguhkan Pemahaman, Implementasi & Internalisasi Ideologi Muhammadiyah” dengan dihadiri oleh 13 Pimpinan Daerah Muhammadiyah beserta para peserta yaitu 11 Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Kota Administrasi Jakarta Timur.

Turut serta dalam kegiatan Ideopolitor. Para jajaran Narasumber yaitu : Dr. Faiz Rafdhi, M.Kom (Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah), Drs. Nandi Rahman, M.Ag (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jakarta), beserta narasumber internal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur : Muhammad Shodiq, M.Pd.I, Dr. Sudirman Tamim, M.Ag, Drs. SM Hasyir Alaydrus S. Sos.I., M.M

Dalam sambutannya pada kegiatan Ideopolitor yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur, Prof. Dr. M Nur Rianto Al Arif, M.Si menegaskan bahwa ideologi Muhammadiyah bukan hanya untuk dipahami secara teoritis, tetapi juga harus menjadi pedoman dalam gerak praksis kehidupan sehari-hari.

“Jika kader-kader Muhammadiyah memahami dan mengamalkan ideologi persyarikatan secara utuh, maka mereka akan menjadi agen perubahan yang tidak hanya paham nilai, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat,” tegasnya.

Ideopolitor bukan sekadar forum pengkaderan, tetapi merupakan ruang pembelajaran mendalam yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keorganisasian.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami lebih dalam pemikiran-pemikiran KH. Ahmad Dahlan, prinsip-prinsip tajdid, hingga posisi Muhammadiyah dalam percaturan sosial-politik kebangsaan yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Islam berkemajuan.

Urgensi kegiatan ini terletak pada upayanya menjaga kemurnian ideologi Muhammadiyah dari distorsi, sekaligus membekali kader dengan kepekaan terhadap persoalan umat dan bangsa. Tanpa penguatan ideologi, kader-kader Muhammadiyah berisiko mengalami disorientasi gerakan dan kehilangan arah perjuangan.

Dengan berlangsungnya kegiatan Ideopolitor, diharapkan lahir kader-kader ideologis yang militan, visioner, dan siap melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam yang mencerahkan dan membebaskan umat dari keterbelakangan.

Exit mobile version