MuhammadiyahNasionalNews

Pesan Abdul Mu’ti Pada Milad Muhammadiyah dan Aisyiyah

27
×

Pesan Abdul Mu’ti Pada Milad Muhammadiyah dan Aisyiyah

Sebarkan artikel ini

Kaltim, Panjimas – Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Kalimantan Timur memperingati Milad ke-116 Muhammadiyah dan ke-108 Aisyiyah di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, pada Sabtu (14/6/2025).

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang juga Mendasmen Prof. Abdul Mu’ti, dalam sambutannya mengajak seluruh kader Muhammadiyah Kaltim untuk terus menjalankan dakwah dan amal usaha demi kemajuan bangsa. Ia menegaskan bahwa cita-cita Muhammadiyah sejalan dengan tekad membangun Indonesia sebagai negara yang aman, sejahtera, dan diridai Tuhan, sebagaimana cita-cita “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”.

Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya menginternalisasi dan merealisasikan Asta Cita Presiden sebagai pedoman dalam mewujudkan tujuan nasional. Menurutnya, Muhammadiyah harus memposisikan diri sebagai kekuatan yang memberikan arah dan solusi terhadap berbagai tantangan kebangsaan, sejalan dengan semangat para pendiri bangsa dan program-program strategis negara.

Sementara itu, kepada media Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah Kaltim yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyatakan bahwa pesan Abdul Mu’ti menjadi bahan perenungan sekaligus pemacu semangat untuk terus berkontribusi nyata bagi daerah.

“Pesan beliau menjadi modal penting bagi segenap elemen masyarakat Kaltim, termasuk kader Muhammadiyah, untuk terus meningkatkan kualitas diri dan berkiprah di berbagai bidang profesi,” ujar Darlis.

Darlis juga mendorong seluruh kader Muhammadiyah, baik yang aktif dalam organisasi maupun yang berkarya di luar struktur, termasuk para pengusaha dan politisi, untuk terus menunjukkan integritas dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Acara Milad ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang telah menjadi ciri khas gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah selama lebih dari satu abad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *