NasionalNews

Sekjen MUI Ucapkan Selamat dan Apresiasi Kalender Hijriyah Global Muhammadiyah

56
×

Sekjen MUI Ucapkan Selamat dan Apresiasi Kalender Hijriyah Global Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Dunia kini di tangan genggam kita, karena telah mudah di akses diberbagai platform digital termasuk kalender global. Oleh karena itu untuk menghitung penanggalan dalam kalender hijriyah global telah berhasil mengukur peredaran bumi mengelilingi matahari yang disebut revolusi bumi sejalan dengan dua teori; pertama, kecepatan dan kedua, percepatan.

Kecepatan adalah membutuhkan waktu yang perlu kecepatan (velocity) merupakan besaran turunan yang diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu, dengan rumus kecepatan secara umum yaitu jarak dibagi waktu. Sedangkan percepatan atau akselerasi adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu.

Sedangkan akselerasi sebuah objek disebabkan karena gaya yang bekerja pada objek tersebut, seperti yang dijelaskan dalam hukum Newton. Untuk itu Buya Amisyah Tambunan selaku Sekjen MUI merespon peluncuran kalender tunggal Global yang dilaksanakan pada Rabu, (25/6/25).

“Oleh karena itu kalender global Muhammadiyah telah berhasil melakukan kajian yang cermat sesuai pendekatan normatif berdasarkan qura’an dan hadis serta pendekatan empiris. Untuk itu sejalan dengan pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir yang telah meluncurkan kalender global tahun 1446 hijriyah, karena sudah merupakan tuntutan umat Islam di seluruh duniadunia,” ujar Buya Amirsyah Tambunan.

Oleh sebab itu Kalender Hijriyah Global Tunggal sebagai bentuk utang peradaban kata Haedar menegaskan bahwa umat Islam seharusnya merasa malu karena masih terdapat perbedaan dalam menentukan hari dan tanggal hijriyah, termasuk penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan 1 Muharram, baik antar negara maupun dalam satu negara. “Perbedaan ini sering kali terjadi secara dadakan dan mengandung ketidakpastian seperti yang ditulis dalam sebuah artikel : “Tahun Baru, Bergerak Maju”, (7/7/2024)

Sebaliknya, kata Haedar Kalender Masehi atau Miladiah di dunia luar sudah pasti dan telah lama menjadi rujukan global. Haedar menekankan perlunya ijtihad dan penafsiran baru atas hadis Nabi yang berkaitan dengan hukum alam dan peredaran benda-benda langit, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih dan mengarah pada kepastian.

Haedar menegaskan bahwa umat Islam perlu menghilangkan ketidakpastian dan menuju kepastian dalam penentuan hari, bulan, dan tahun hijriyah sebagai bukti kemajuan peradaban. Allah menciptakan alam semesta dengan hukum alam atau sunnatullah-Nya yang pasti.

Allah juga menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran dalam beragama, sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Baqarah: 185. Oleh karena itu, Haedar mempertanyakan mengapa umat Islam justru memproduksi kesukaran yang menunjukkan kekakuan dan kebekuan berpikir.

Sekali lagi Sekjen MUI itu mengucapkan selamat bagi Suara Muhammadiyah telah menerbitkan Kalender Hijriyah Global Tunggal. Pemberlakuan ini sesuai dengan amanat Keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan, Jawa Tengah tahun 2024.

“Semoga menjadi tonggak dan memontum tahun baru hijrah 1447 H/2025 untuk ketahanan perubahan umat dan bangsa yang lebih baik yakni hijrah peradaban dunia Islam yang menyatukan dunia Ialam lewat kalender global satu untuk semua, ” pugkas Amirsyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *