Jakarta, panjimas – Semangat dan langkah masyarakat Indonesia untuk membela Palestina cukup besar. Seiring semakin meningkatnya eskalasi kejahatan yang dilakukan oleh zionis israel terhadap warga Gaza dan destruksi terhadap wilayah Gaza, mendorong semakin kuatnya semangat masyarakat Indonesia untuk membela Gaza dan Palestina dan ikut menentang zionisme israel.
Hal itulah yang disampaikan oleh Sudarnoto Abdul Hakim, selaku Ketua MUI Bidang Hublu dan Kerjasama Internasional lewat pesan tertulisnya pada Rabu, (2/6/2025).
“Pemerintah Indonesia pun juga semakin mengintensifkan langkah-langkah diplomasi menentang israel dan mendukung Palestina. Ini sejalan dengan gerakan masyarakat global yang terus menunjukkan empati dan dukungan terhadap Palestina dan mengecam israel yang melakukan tindakan brutal genosida atas warga Gaza,” tulis Prof Sudarnoto
Lebih lanjut dirinya juga menjelaskan bahwa semua tindakan israel yang didukung amerika telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang sangat menyayat hati dan telah menempatkan israel sebagai common enemy of humanity.
“Perlawanan terhadap agresi israel ini adalah langkah yang benar, rasional, sikap bertanggung jawab, dan sejalan dengan hukum internasional,” tandasnya.
Karena itu menurut dirinya, harus ada keyakinan bahwa di Indonesia tidak boleh ada seorangpun warga yang membela zionisme israel, membangun narasi yang bertentangan dengan pembukaan UUD 1945, mengibarkan bendera israel di wilayah Indonesia, menentang dan menghalangi gerakan pembelaan terhadap Palestina antara lain dengan menyebarkan luaskan opini bahwa membela pejuang Palestina berarti membela teroris.
“Saya berharap, jangan disediakan ruang bagi semua pembela zionisme Israel di Indonesia untuk mengembangkan pikiran, agitasi dan propaganda mereka untuk pro zionis melalui media apapun,” tandasnya.
“Saya juga menyerukan kepada semua elemen masyarakat termasuk media masa untuk semakin menggencarkan dan mengarus utamakan semangat lawan genosida israel, meminta israel keluar dari seluruh wilayah Palestina dan dukung kemerdekaan Palestina, ” pungkasnya.
