MuhammadiyahNasionalNews

Jatim Siap Jadi Tuan Rumah Kemah Santri Muhammadiyah 2026

50

Jakarta, panjimas – Suasana rapat daring pada Rabu malam (10/7/2025) itu terasa berbeda. Meski hanya lewat layar, semangat dan tekad kuat tampak memancar dari para pimpinan Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PWM Jawa Timur dan Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan (HW) Jatim. Mereka sedang menyatukan langkah: menyiapkan Jawa Timur menjadi tuan rumah Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) Nasional II tahun 2026.

Rapat virtual ini merupakan tindak lanjut dari surat LP2 PP Muhammadiyah yang meminta kesiapan wilayah untuk menjadi penyelenggara kegiatan akbar tersebut. Dalam pertemuan itu, berbagai aspek dibahas secara mendalam—mulai dari kesiapan infrastruktur hingga sinergi kelembagaan.

Dipusatkan di Bumi Perkemahan HW Pasuruan
Wakil Ketua LP2 PWM Jatim, Ali Ahmadi—akrab disapa Gus Mamak—menyampaikan bahwa lokasi utama KSM II akan dipusatkan di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) HW Jatim yang terletak di Kertosari, Purwosari, Pasuruan.

“Kita punya aset strategis: bumi perkemahan, gedung serbaguna, sekolah, fasilitas ibadah, hingga sarana pelatihan. Semuanya representatif dan siap pakai. Ini milik Kwarwil HW Jatim, dan sangat layak jadi lokasi utama,” ujar Gus Mamak penuh keyakinan.

Selain Pasuruan, sempat muncul opsi lokasi kedua di Malang, namun hingga malam rapat digelar belum ada konfirmasi final dari pihak terkait. Untuk itu, LP2 PWM Jatim akan segera mengirimkan surat resmi kesediaan kepada LP2 PP Muhammadiyah, lengkap dengan dokumentasi foto dan video.

Ketua Kwarwil HW Jatim, Fathurrahim Syuhadi, tak kalah bersemangat. Bagi dia, menjadi tuan rumah KSM bukan sekadar agenda tahunan, tetapi amanah dakwah yang harus disambut dengan penuh kesungguhan.

“Ini bukan sekadar kegiatan, tapi amanah dakwah. Maka prinsip kita: cancut tali wondo, siap total!” tegasnya.

Senada, Sekretaris Kwarwil HW Jatim, Khusnul Abidin, menyatakan bahwa pihaknya tinggal menunggu penetapan resmi dari pusat untuk langsung membentuk tim teknis bersama LP2. “Kami siap kawal pelaksanaan lapangan dari awal sampai akhir,” katanya.

Dukungan penuh juga datang dari unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim. Syamsudin, wakil ketua yang menjadi LP2 PWM Jatim, menyebut bahwa KSM adalah bentuk nyata dari jihad kultural Muhammadiyah yang patut diperjuangkan.

“Agenda nasional seperti ini bukan hanya tidak boleh ditolak, tapi harus kita rebut dan sukseskan. Ini ajang dakwah bil hal dan sinergi antar lembaga Muhammadiyah,” tandasnya. Ia pun mendorong percepatan pembentukan panitia lokal dan penyusunan timeline kegiatan agar persiapan berjalan optimal.

Komposisi Lengkap Hadir, Komitmen Dikunci
Rapat koordinasi malam itu dihadiri lengkap oleh jajaran LP2 PWM Jatim: Ali Ahmadi, Arfan Muammar, Suprat, M. Edi Sucipto, dan Iqbal Alfian Rusdi, serta Syamsudin. Dari unsur Kwarwil HW tampak Fathurrahim Syuhadi (Ketua), Khusnul Abidin (Sekretaris), Aminulloh Fatkhur Roziqi (Wakil Sekretaris), para Wakil Ketua Yasir Wachid, Yusup Ismail, Mohammad Ernam, Abdur Rokhim, serta Awit Istighfarin dan Wakil Bendahara Lia Fitrianingrum.

Pertemuan ditutup dengan tekad bulat untuk segera mengirimkan dokumen kesediaan, denah lokasi, dan dokumentasi pendukung ke LP2 PP Muhammadiyah sebelum batas waktu 10 Juli 2025. Semangat gotong royong dan kekompakan LP2 dan HW Jatim menjadi modal kuat menyongsong KSM Nasional II yang lebih berkualitas dan membumi.

Exit mobile version