MuhammadiyahNasionalNewsUncategorized

Ketua MPW Muhammadiyah :Perkuat Sistem dan Tata Kelola Wakaf Produktif

43
×

Ketua MPW Muhammadiyah :Perkuat Sistem dan Tata Kelola Wakaf Produktif

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin, panjimas – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan Prof. Dr. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd bertekad perkuat tata kelola wakaf agar produktif, hal ini dapat kita saksikan melaui tanah wakaf yang di manfaatkan untuk pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Hal di sampaikan dalam dialog pendayagunaan tanah wakaf Persyarikatan Muhammadiyah di kantor PWM Kalsel (18/7/25). Dalam kesempatan yang sama dimulai dari pemanfaatan tanah wakaf untuk ternak ayam, hasil panen pertama menggembirakan kata ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PWM Kalsel Raden Sukoco.

Kedepan kata Ketua MPW PP Muhammadiyah, buya Amirsyah Tambunan telah melaksanakan sistem pendataan tanah aset Muhammadiyah berdasarkan Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah (SIMAM) sebagai nadzir kelembagaan Muhammadiyah. Hingga kini Muhammadiyah Kalsel telah mengimput data aset 2,7 juta M 2 telah masuk Simam.

Terdapat 48 % milik persyarikatan yang belum masuk Simam di antaranya 21 ha asal perkebunan dan kedudukan serta fungsinya harus diperjelas. Karena itu sejumlah PDM bertekad memperkuat tata kelola wakaf. Yang pertama, ada PDM Kota Banjar Masin yang akan melakukan sensus secara keseluruhan untuk melihat potensi wakaf; kedua, kata Ketua PDM Hulu Sungai Utara (HSU) Farid Muhammadiyah memproleh hibah tanah akan membangun Klinik Pratama 1,1 ha telah bersertifikat hak milik Persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua PDM Kab. Banjar, Suhardi mendukung wakaf uang atau melalui uang untuk pembiayaan tanah wakaf; keempat, mengoptimalkan Simam agar lancar dengan teknis penguasaan teknologi IT melalui sistem Simam.

Permasalahan yang muncul bagaimana pengelolaan wakaf agar produktif meski tanah wakaf jauh, jenis tanah karena rawa? Hal ini bisa kerjasama dengan Majelis Lingkungan Hidup. Hal senada Meirijani wakil ketua PWM Kalsel juga Ketua Masyarakat Enonomi Syariah (MES) Kalsel menegaskan banyak peluang seperti wakaf uang dan wakaf melalui uang untuk mengelola Wakaf produktif melalui kader yang profesional.

Melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) membuat kandang ayam di mana kandang ayam kerjasma DEKS BI, penelitian biometrik berapa yang udah produktif. Muhammad Arif Arsyad sekretaris MPW PWM membuat sensus wakaf berdasarkan data Base wakaf mana yg sertifikat dan belum juga perlu di perkuat melalui Geospacial sehingga jelas di mana posisi yg produktif, dll.

Oleh karena itu ketua MPW PP Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan hadir dalam acara dialog di sela acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) MUI sekalimantan mengapresiasi capaian kinerja pengelolaan wakaf dan aset lainnya dengan harapan agar wakaf lebih produktif memperkuat dua hal.

Pertama, perkuat sumber daya manusia (SDM) untuk mengeola wakaf dan aset lainnya; kedua, memperkuat sistem seperti Simam yang udah berjalan selama lima tahun sebelum Muktamar Muhammadiyah di Solo (2022).

“Oleh karena itu kekuatan wakaf Muhammadiyah ada pada kepercayaan masyarakat sehingga wakaf bisa tumbuh dan berkembang sesuai tuntutan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *