Uncategorized

Tiga Poin Penting Penguatan Akhlak, Integritas, dan Kepemimpinan Islami bagi Mahasiswa Muhammadiyah

27

Semarang, panjimas – Hadir memberikan materi pada agenda Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) Tahun 2025, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, tekankan tiga poin penting tentang penguatan akhlak, integritas, dan kepemimpinan Islami bagi mahasiswa.

Pertama, Agus menekankan bahwa kesuksesan seseorang tak hanya ditentukan oleh pengetahuan akademik semata, melainkan ada pengaruh dari karakter dan akhlak yang baik.

“Mereka yang sukses setelah lulus dari perguruan tinggi, faktor dominan yang mempengaruhinya adalah karakter dan akhlak yang mulia. Maka dalam hal ini, pendidikan akan soft skills, dan moral sangat dibutuhkan untuk mendukung para lulusan di masa depan,” ujarnya.

Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dalam hal tersebut disebutkannya telah mengembangkan kurikulum yang berbasis keunggulan moral-spiritual, unggul intelektual dan unggul peran sosial. Maka, Agus menekankan poin penting tentang integritas dan kejujuran kepada seluruh mahasiswa yang hadir pada ageda Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru UNIMUS yang digelar pada Rabu, (10/9) bertempat di Gedung Serba Guna, Universitas Muhammadiyah Semarang.

“Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana. Kalau kita selalu berani jujur, maka kita akan hebat dan kalau saja negeri ini terbebas dari korupsi, maka sudah makmur negara kita ini. Maka untuk menjadi pemimpin yang sukses, diperlukan adanya integritas dan kejujuran,” jelas Agus.

Dalam hal tersebut, ia juga turut menambahkan bahwa sebagai calon pemimpin muslim di masa depan, Mahasiswa perlu untuk peduli dan mempersiapkannya dengan serius.

“Dalam hal ini nabi berpesan, jika suatu perkara diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah saat kehanjutannya. Jika umat Islam tidak peduli kepada kepemimpinan bangsa ini, maka akan tampil pemimpin-pemimpin yang juga tidak peduli Islam dan umat Islam,” tegasnya.

Kedua, Agus turut menyampaikan tentang konteks dakwah Muhammadiyah yang perlu diteruskan oleh para generasi-generasi Muhammadiyah. Agus menyebut bahwa Muhammadiyah di era sekarang mengedepankan dakwah yang inklusif dan berkemajuan.

Agus mengungkap, terdapat lima aspek penting yang terdapat dalam karakter Islam berkemajuan yang dicetuskan oleh Muhammadiyah. Aspek-aspek tersebut antara lain:

Berlandaskan pada Tauhid (Al-Qiyam ‘ala al-Tauhid)
Bersumber pada Al-Quran dan Sunnah (Al Ruju’ila al Quran wa al-sunnah)
Menggalakkan Ijtihad dan Tajdid (Taf’il al-Ijtihad wa al-Tajdid)
Mengembangkan (Wasathiyah (Ta’ziz al-Wasathiyah)
Mewujudkan Rahmat bagi Seluruh Alam (Tahqiq al-Rahmah li al-‘Alamin)
“Prinsip dakwah itu adalah bagaimana kita menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin, Islam dengan penuh kasih sayang, yang kasih sayangnya bisa dirasakan oleh semua makhluk. Selain menunjukkan kontribusi, kita juga harus mampu untuk menunjukkan keindahan Islam, bahwa keindahan Islam inilah yang harus bisa dirasakan oleh siapapun,” jelas Agus.

Sebagai penutup, Agus menegaskan kembali bahwa para Mahasiswa UNIMUS harus senantiasa berbekal pada akhlak, integritas, serta nilai-nilai dan spirit dakwah Islam berkemajuan. Agus berharap mahasiswa baru Unimus dapat tumbuh sebagai generasi unggul yang membawa kemajuan bagi bangsa dan umat

Exit mobile version