Konprensi Tingkat Tinggi (KTT) untuk Perdamaian Gaza akan berlangsung sore hari ini di Sharm el-Sheikh Mesir. KTT ini akan dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi, Sekjen PBB Antonio Guterrers, Keir Starmer perdana menteri Inggeris, Giorgia Meloni (Italia), Pedro Sanches (Spanyol), Emmanuel Macron (Perancis).
Kehadiran netanyahu belum ada kejelasan sementara pihak Hamas sudah menegaskan tidak akan ikut dalam KTT tersebut. Dari peserta yang hadir sudah dapat diperkirakan bahwa KTT tidak akan bisa menghasilkan kesepakatan yang maksimal yang menjamin bagi terciptanya perdamaian di Gaza, karena Donald Trump sebagai pimpinan konferensi adalah pihak yang tidak mendukung berdirinya negara Palestina.
Jadi KTT ini jelas hanya akan diperalat oleh Amerika untuk memperkuat kembali aliansinya dengan negara-negara eropa barat bagi membela kepentingan israel. Untuk itu sudah dapat diperkirakan Donald Trump lewat KTT ini akan membuat sebuah STRATEGI ANTARA dimana AS sebelum mendukung dan menyerahkan Gaza sepenuhnya di bawah kendali israel maka Trump akan menggiring peserta konprensi untuk mendukung dibentuknya pemerintahan transisi di Gaza dengan Amerika serikat sebagai kepala pemerintahannya.
Kita yakin Amerika dengan kekuatan ekonomi dan politik yang dimilikinya akan mampu membangun kembali Gaza yang sudah hancur lebur. Tetapi pertanyaannya bila situasi di Gaza sudah pulih dimana sarana prasarana sudah di bangun kembali dan keadaan di Gaza sudah terkendali, apakah amerika dan Trump akan menyerahkan pengurusan Gaza kepada otoritas Palestina ?
Jelas tidak, karena bagaimana mungkin dia akan menyerahkannya kepada otoritas Palestina sementara dia tidak ingin negara palestina berdiri. Jadi Konperensi ini kita lihat adalah sebuah KTT yang tidak menjanjikan harapan karena sangat sarat dengan Tipa-Tipu Tingkat Tinggi (KTT-TT) yang dilakukan oleh Trump dan Amerika yang ujung-ujungnya akan menguntungkan pihak israel dan merugikan rakyat dan bangsa Palestina.
Anwar Abbas
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan.
Ketua PP Muhammadiyah
