MuhammadiyahNasionalNews

Haedar Nashir Sampaikan Makna Pesan “Hidup-hidupilah Muhammadiyah Jangan Cari Hidup di Muhammadiyah”

29
×

Haedar Nashir Sampaikan Makna Pesan “Hidup-hidupilah Muhammadiyah Jangan Cari Hidup di Muhammadiyah”

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir ungkap makna pesan Kiai Ahmad Dahlan untuk hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.

Menurut Haedar pesan hidup-hidupilah Muhammadiyah jangan mencari hidup di Muhammadiyah perlu dikontekstualisasikan. Menurutnya, pesan ini tidak boleh dimaknai secara tekstual.

“Jadi Kiai Dahlan tidak melarang dokter, guru, dosen, dan siapapun yang bekerja di amal usaha dia memperoleh kompensasi dari apa yang dia lakukan lewat profesinya. Dan itu layak, itu sah, itu halal,” katanya.

Meskipun demikian, bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidak boleh berhenti hanya pada motif mendapat keuntungan atau gaji saja. Melainkan harus ada sisi berbagi atau sumbangan.

“Ada bagian dan mungkin juga banyak bagian yang harus bapak ibu sumbangkan berupa ilmu, profesi, bahkan bila perlu juga kalau punya penghasilan, ya, penghasilan itu dibagi,” tuturnya.

“Jadi tolok ukur ini berbeda dengan hanya ingin mencari penghidupan semata,” sambung Haedar.

Bekerja atau menjadi karyawan di AUM tidak boleh egois, atau hanya memikirkan keuntungan bagi dirinya saja tanpa ada usaha berbentuk sumbangan maupun apapun itu untuk memajukan AUM.

“Karena apa? Pada umumnya amal usaha Muhammadiyah tumbuh dari bawah, dari nol. Maju-maju gitu karena semangat pengabdian tadi, menghidupkan amal usaha untuk apa,” ungkap Haedar.

Maka ketika seseorang telah memutuskan untuk bekerja di AUM, Haedar berpesan supaya kesempatan bekerja itu disertai dengan nilai-nilai perjuangan atau pengkhidmatan sesuai pesan Kiai Dahlan “Hidup-hidupilah Muhammadiyah Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *