MuhammadiyahNasionalNews

Pendidikan Bagi Muhammadiyah adalah Kunci Membangun Bangsa yang Maju dan Berkeadilan

30
×

Pendidikan Bagi Muhammadiyah adalah Kunci Membangun Bangsa yang Maju dan Berkeadilan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib, menegaskan bahwa persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Pendidikan, menurutnya, bukan sekadar urusan mencetak sumber daya manusia unggul, melainkan juga menjadi alat pembebasan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, dan ketimpangan sosial.

Hal itu disampaikan Irwan Akib dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Praktik Baik Sekolah/Madrasah dalam Mengoptimalkan Growth Mindset dan Pembelajaran Mendalam, yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan Nonformal) PP Muhammadiyah bekerja sama dengan UNICEF dan Global Partnership for Education (GPE) pada Rabu (15/10) di Hotel Borobudur, Jakarta.

“Masalah pendidikan adalah masalah kita semua. Pendidikan akan menentukan masa depan bangsa,” ujar Irwan.

Ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa pendidikan merupakan penentu apakah Indonesia akan menjadi negara maju atau tetap miskin. Menurutnya, pandangan tersebut sejalan dengan cita-cita KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang sejak awal telah menjadikan pendidikan sebagai jalan perjuangan.

“Bahkan sebelum Muhammadiyah resmi berdiri pada 1912, Kiai Dahlan sudah mendirikan sekolah. Perjuangan Muhammadiyah melalui pendidikan tidak pernah berhenti, bahkan di daerah yang belum dijangkau pemerintah, Muhammadiyah sudah hadir,” jelas Irwan.

Irwan menambahkan, keyakinan Muhammadiyah sederhana namun kuat: untuk membangun bangsa, harus dimulai dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pendidikan Muhammadiyah bersifat inklusif dan hadir untuk mencerdaskan seluruh anak bangsa tanpa membeda-bedakan latar belakang.

“Kita adalah bangsa yang kaya akan keragaman suku dan budaya. Ini adalah modal dasar yang harus dijaga dan dikelola dengan baik melalui pendidikan,” imbuhnya.

Dalam konteks tersebut, Irwan menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam membangun sistem pendidikan nasional yang berkemajuan. Pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga internasional perlu berjalan beriringan untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang bermutu.

“Membangun pendidikan nasional tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kolaborasi seperti yang kita lakukan hari ini sangat penting bagi kemajuan pendidikan Indonesia di masa depan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *