NasionalNews

Berkumpul di Kampus Paramadina, Para Sahabat Mengenang Sosok Rizal Ramli yang Menginspirasi dan Tersimpan di Hati

26
×

Berkumpul di Kampus Paramadina, Para Sahabat Mengenang Sosok Rizal Ramli yang Menginspirasi dan Tersimpan di Hati

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Sosok DR Rizal Ramli (akrab dipanggil Bang RR) memiliki ”mimpi”, rekam jejak kuat, menjadi inspirasi dan kenangan tersendiri bagi para aktivis lintas generasi. Dari generasi 1970-an sampai Generasi Z pada abad 21 ini, mimpi RR itu yakni mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan rakyat, kemanusiaan dan kebebasan, masih membekas di sanubari mahasiswa dan masyarakat yang perduli . Bang RR sudah yatim piatu sejak masa kanak.

Demikian pandangan para pembicara pada diskusi dan peluncuran buku “Mengenang Rizal Ramli, Catatan Para Sahabat” di kampus Paramadina, Jumat ini.

Berbicara dalam forum itu yakni tokoh Malari 1974 Hariman Siregar, mantan Menkopolhukam Mahfud MD, Direktur PGSI Universitas Paramadina Dr. Muhamad Subhi Ibrahim, aktivis pergerakan Ir Indro Tjahyono, Bupati Lahat/Ketua APKASI Bursah Zarnubi, aktivis senior Muh Jumhur Hidayat serta Dipo Satria Ramli dan Dosen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad. Mereka menekankan pentingnya semangat pergerakan untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemedekaan 1945 dan mendesak elite penguasa agar memenuhi janji-janji kampanye mereka supaya rakyat tetap percaya pada demokrasi dan percaya pada kepemimpinan bangsa, justru tatkala para elite negara makin rapuh dua dekade ini akibat korupsi/KKN. Presiden Prabowo diharapkan mampu memecahkan warisan masalah bangsa era Jokowi dan SBY tsb.

Hadir dalam forum Paramadina itu aktivis senior ITB Andi Sahrandi, aktivis DM-IPB Hatta Taliwang, Alhilal Hamdi aktivis senior ITB, Adi Massardi, aktivis DM-ITB Ramles Manampang Silalahi, Ir.Syafril Sofyan, Radar Tribaskoro dan banyak lagi yang tak mungkin disebut semua

Herdi Sahrasad mengatakan, Bang RR sering menekankan pentingnya menjalin silaturahmi dan membangun jaringan prodemokrasi yang kuat,handal untuk menghadapi oligarki dan ketamakan elite penguasa-pengusaha yang nyaris tak pernah memperjuangkan aspirasi rakyat kecil.

”Para kapitalis (predatoris) lebih suka mengutamakan akumulasi modal, simbiose dengan penguasa, melakukan korupsi/KKN, sementara rakyat banyak makin miskin, menderita,” kata Herdi Sahrasad, aktivis senior Gerakan 1998 dan INDEMO (Indonesian Democracy Monitor).

Sementara itu Direktur PGSI Universitas Paramadina Dr. Muhamad Subhi Ibrahim, aktivis pergerakan Ir Indro Tjahyono, Bupati Lahat/Ketua APKASI Bursah Zarnubi dan aktivis senior Muh Jumhur Hidayat mengatakan, Bang RR adalah tokoh yang kritis, berani, perduli dan menjadi contoh intelektual yang bersikap aktif memperjuangkan keadilan, demokrasi, kemanusiaan dan hak-hak asasi rakyat kita sehingga sering benturan dengan elite kekuasaan yang tidak amanah.

Dalam acara ini, Tokoh demonstrasi Malari 1974 dr. Hariman Siregar menegaskan bahwa Rizal Ramli (RR) adalah aktivis mahasiswa ITB yang punya cita-cita: mewujudkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan dan pemerataan pembangunan. Sejak muda RR berpihak pada kepentingan rakyat banyak dan berani melakukan kritik, dan demonstrasi untuk menegakkan keadilan dan kebenaran yang diyakininya. RR sudah yatim piatu sejak kanak-kanak.

”Sebagai manusia, cita-cita dan perjuangan RR semestinya diteruskan oleh mahasiswa dan kaum muda yakni memperjuangkan nilai-nilai luhur tersebut. itulah harapan kita pada kaum muda,”kata Hariman Siregar, mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa UI pada diskusi dan peluncuran buku “Mengenang Rizal Ramli, Catatan Para Sahabat” di kampus Paramadina, Jumat ini.

RR, Heri Ahmadi, Indro Tjahyono, Ramles Manampang Silalahi dkk, kata Hariman, dipenjara akibat demonstrasi gerakan mahasiswa 1977/78. Sementara pers mencatat, Hariman Siregar sudah terlebih dulu dipenjara karena demonstrasi Malari 15 Januari 1974. Baru keluar dari penjara, aktivis Dewan Mahasiswa-ITB 1977/78 sudah meminta Hariman hadir ke ITB untuk memberi semangat aksi menolak Presiden Soeharto waktu itu.

Harman Siregar adalah the legend gerakan mahasiswa di Indonesia, yang oleh Prof Benedict Anderson dari Cornell University,AS, disebut sebagai sosok ”muda inteligensia” dari UI yang sangat berani dan nekad melawan rezim Pak Harto semasa Hariman memimpin Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia.

Sejarah mencatat, bersama sang mertuanya Prof Sarbini Sumawinata MA (alumni Harvard dan guru besar FE-UI pertama lulusan Harvard), Dr Sjahrir, Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Dr Adnan Buyung Nasution dll, Hariman dkk mengkritik tajam strategi pembangunan Orba. Namun setelah demonstrasi Malari 15 Januari 1974, mereka semuanya dipenjara Orde Baru meski sejatinya tak bersalah.

Pasca malari 1974, demonstrasi mahasiswa meledak lagi pada 1977/78 akibat otoriterisme Orba Pak Harto yang memilih jalan kapitalisme korup, ersatz capitalism. Begitulah sejarah kelam Orba yang amat otoriter itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *