Cibubur, panjimas – Ustad Bobby Herwibowo (Usbob) memprakarsai program “Hidup Sesudah Hidup” untuk menopang berdirinya Al-Qur’an University, kampus gratis pertama di Indonesia.
Program Hidup Sesudah Hidup menurut pendiri Yayasan Askar Kauny ini berangkat dari peran keyakinan bagi seseorang muslim bahwa hidup di dunia hanya sementara, sementara hidup yang kekal itu adalah hidup setelah hidup yakni kehidupan di akhirat.
Ustad Bobby Herwibowo atau yang biasa disapa Gusbob ini mengungkapkan, dengan jumlah populasi umat Islam di Indonesia yang banyak maka program untuk membangun Al Qur’an University yang ada di Cianjur akan terwujud dan terlaksana.
“Karena kita tidak pernah tahu berapa lama usia kita di dunia,maka perbanyaklah amal untuk bekal kita hidup setelah hidup di dunia.” jelas dia dalam keterangannya di Cibubur, Sabtu (25/10/2025).
Gusbob kemudian menjelaskan diperlukan kepedulian sesama muslim untuk mencetak para ahli Quran untuk menjadi pemimpin muslim yang berpedoman pada Quran sebagai rujukan. “Dan ini adalah sebuah proyek besar, jika kita bisa mencetak seperti Al-Azhar University, proyek besar sepanjang zaman, selagi dunia masih ada, selagi Al-Qur’an masih tetap menjadi petunjuk.
Menurut Gusbob, Al-Qur’an University nantinya seperti laboratorium untuk menggali metode-metode yang memudahkan orang membaca Al-Qur’an.
“Amat sedikit yang memahami Al-Qur’an dan pasokan dari universitas-universitas Islam kelas dunia juga sangat dibutuhkan.
“Laboratorium besar yang diberi nama Universitas sangat dibutuhkan, Al-Qur’an dibutuhkan setiap saat setiap waktu oleh setiap orang, seperti makanan, tidak akan pernah habis untuk dibutuhkan setiap harinya oleh manusia.” ujar Usbob
Ustadz yang telah mendirikan 38 pesantren bersama Askar Kauny ini menambahkan Al-Qur’an University akan dibangun dengan konsep wakaf, konsep sedekah, konsep yang belum kita temukan di Indonesia ini, kampus gratis.
“Jadi kalau Askar Kauny sudah melayani dan berkhidmat kepada umat, dari tingkat SD, SMP, SMA (19.514 santri) maka Al-Qur’an University akan mengantarkan umat untuk dapat mengakses sampai perguruan tinggi.
“Ini sudah dilakukan ribuan tahun oleh Universitas Al Qarawiyyin di Maroko, Al-Azhar di Mesir.” katanya.
Yakin Mudah Diwujudkan
Usbob menjelaskan, Universitas Al-Azhar sampai sekarang masih gratis. Jadi menurutnya, dirinya meyakini bahwa kampus gratis itu amat mudah untuk diwujudkan. Hanya keimanan dan keyakinan untuk memulainya, semuanya akan bisa terlaksana dengan izin nAllah SWT.
“Dapat dibayangkan jika Al-Qur’an University dapat didirikan satu, lalu di beberapa kota di daerah-daerah Indonesia, itu jadi sebuah peradaban baru bahwa semua orang dapat mengakses pendidikan,” ujar dia.
Menurut keyakinan Gusbob, untuk menjadi ulama tidak perlu biaya, hanya kesungguhan. “Dan kita menyambungkan orang-orang yang berpunya, Muhsinin, kepada mereka, siapapun,” pungkasnya













