MuhammadiyahNasionalNews

Menatap Masa Depan PTS di Indonesia : Antara Harapan dan Kenyataan

40
×

Menatap Masa Depan PTS di Indonesia : Antara Harapan dan Kenyataan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Di Indonesia, peran Perguruan Tinggi Swasta (PTS) telah menjadi salah satu penentu arah kebijakan pemerintah dalam memajukan Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Ristek Dikti). Oleh karena itu pilihan utama bagi jutaan anak bangsa agar dapat mengenyam pendidikan tinggi sebagai konsekuensi terbatasnya prodi di PTN, karena banyak PTS yang miliki potensi berkelas secara nasional dan internasional.

Baru-baru ini prestasi yang diraih 4 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) telah mengubah cara pandang dunia pendidikan bahwa pendidikan swasta juga bisa bersaing dengan PTN seperti : Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Univeritas Muhammadiyah Solo (UMS), Universitas Muhammadiyah Yogjakarta (UMY) menjadi 10 Universitas Swasta terbaik di Indonesia versi THE WUR 2026.

Menurut Dr Amirsyah Tambunan yang menjadi Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta bahwa ada beberapa Indikator : pertama, aspek lingkungan pengajaran meliputi indikator reputasi pengajaran (15%), rasio staf terhadap mahasiswa (4,5%), rasio doktor terhadap sarjana (2%), rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%), dan pendapatan institusional (2,5%); kedua, aspek lingkungan penelitian meliputi reputasi riset (18%), pendapatan riset (5,5%), dan produktivitas riset (5,5%).

“Sedangkan aspek kualitas riset menyorot dampak sitasi (15%), kekuatan penelitian (5%), keunggulan penelitian (5%), dan pengaruh penelitian (5%),” kata Amirsyah lagi kepada media, Senin (27/10/25).

Adapun PTM harus memiliki motivasi yang kuat, antara lain :
kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas merupakan nilai tambah (add value) yang harus di pelihara dan di jadikan motivasi bagi kampus Muhammadiyah yang hingga kini jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di Indonesia sudah mencapai 162 institusi per Agustus 2025.

“Bukan karena mereka tidak bermutu, tetapi karena persepsi sosial yang sudah lama terbentuk, bahwa “kuliah negeri” dianggap lebih bergengsi daripada kuliah di swasta,” tandas Amirsyah lagi.

Menurut data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) tahun 2024, Indonesia memiliki lebih dari 9,8 juta mahasiswa aktif yang tersebar di PTN, PTS, dan PTK, dan lebih dari 60 persen di antaranya berada di PTS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *