Jakarta panjimas – Peningkatan Kreativitas Karang Taruna melalui Produksi Puisi merupakan bagian rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat hibah DPPM Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan ketua Pengusul Dr. Nurita Bayu Kusmayati, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat dengan sasaran peserta pelatihan Karang Taruna.
Karang Taruna merupakan sumber daya manusia yang berperan penting menuju Indonesia emas 2045. Pelibatan karang taruna sebagai upaya peningkatan kreativitas generasi muda untuk Memiliki kecakapan dan keterampilan di bidang sosial humaniora yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi melalui produksi puisi dan musikalisasi puisi dengan media TikTok dan Youtube.
Meningkatkan produktivitas karya yang berkontribusi positif bagi pengembangan diri dan organisasi karang taruna serta menjadi pionir bagi kaum remaja.
Potensi sumber daya manusia yang heterogen dan majemuk menghendaki pentingnya pendidikan berkualitas di lingkungan masyarakat. Upaya untuk mendapatkan pendidikan berkualitas diperoleh melalui pengalaman berorganisasi dalam karang taruna baik bidang Pendidikan dan pelatihan, kesejahteraan sosial, kesenian, teknologi dan informasi.
Akses pendidikan berkualitas bisa diperoleh melalui organisasi karang taruna baik di tingkat desa dan rukun warga. Bonus demografi di Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat menjadi tantangan untuk membentuk pemukiman yang berkelanjutan.
Organisasi karang taruna di tingkat desa memiliki satu organisasi karang taruna dengan jumlah pengurus 25 orang; dan 25 unit karang taruna yang disebar di 25 rukun warga. Jumlah pengurus karang taruna ini walaupun tidak sebanding dengan jumlah usia 18-56 tahun sebanyak 16.875 orang.
Peluang pembinaan pengurus karang taruna dalam membangun sitem organisasi di kota dan pemukiman yang berkelanjutan dapat didukung keterlibatan karang taruna yang aktif dan partisipatif.
Kegiatan ini diawali dengan diskusi pengurus penjajakan awal program dengan Mitra di ruang Karang Taruna Wahana Bhakti desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat.
Hasil kegiatan tersebut, menjadi dasar bahwa pentingnya peningkatan kreativitas dan produktifitas karang taruna.
Pelatihan produksi puisi (menulis puisi) dan musikalisasi puisi dilanjutkan dengan unggah karya melalui youtube dan tiktok sangat berpeluang menjadi pendapatan jangka panjang bagi karang taruna. Jika melihat peluang akun youtube lebih dari 1 miliar pengguna, yang berarti hampir sepertiga dari seluruh pengguna internet.
Mayoitas pengguna berusia 18-34 tahun dan lebih dari 70% waktu menonton video di youtube berasal dari perangkat seluler. 1 miliar jam konten ditonton setiap harinya.
Merujuk hasil penelitian Google mewakili youtube menyampaikan hasil riset, penonton di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 59 menit setiap harinya di youtube. 92% pengguna internet Indonesia menyatakan youtube adalah tujuan pertama mereka ketika mencari video.
Dari segi kuantitas penonton, youtube sudah menyaingi televisi sebagai sarana media yang paling sering diakses masyarakat Indonesia. Dari 1.500 responden yang terlibat dalam penelitian, 53% menyatakan mengakses youtube setiap hari.
Begitu juga dengan media TikTok, jika video musikalisasi puisi yang dibuat oleh karang taruna kemudian di unggah di akun TikTok, berarti akan berdampak pada aspek sosial ekonomi kemasyarakatan dan aksesbilitas karang taruna. Begitu juga dengan TikTok, sangat disukai oleh Gen Z sebab karakteristik TikTok belum dimiliki media sosial lainnya yang dapat dijadikan sebagai media untuk mengungkapkan identitas atau jati dirinya masing-masing.
Bahkan saat ini media TikTok sudah masuk semua kalangan umur sebagai sarana hiburan dan aktualisasi diri dalam mengembangkan kreativitasnya. TikTok dengan durasi 15 s.d 60 detik menjadi sebuah video pendek yang mampu membuat pengguna mengakses aplikasi tersebut secara berulang-ulang.
Pemanfaatan TikTok sangat sesuai untuk kalangan karang taruna, sebab algoritme TikTok mampu membuat konten suatu pengguna menjadi viral. Dengan demikian, musikasisasi puisi yang dibuat oleh karang taruna yang diunggah di media TikTok dapat dianggap tepat sebagai sarana aktualisasi diri agar lebih cepat pupuler yang berdampak nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan karangtaruna diawali dengan pembekalan teknik Menulis Puisi dengan dengan Narasumber Dr. Nurita Bayu Kusmayati, M.Pd. dan mengundang narasumber dari perguruan tinggi lain Dr. Ari Kartini M.Pd. pada tanggal 19 Oktober 2025. Pada sesi pelatihan ini karang taruna dibekali teknik Menulis Puisi, dilanjutkan dengan praktik menulis Puisi.
Kegiatan selanjutnya pelatihan musikalisasi puisi pada tanggal 30 Oktober 2025 dengan narasumber Dr. Nurita Bayu Kusmayati, M.Pd. dan praktisi narasumber Tedi Heriadi, M.Pd. sebagai dosen sekaligus dan praktisi Musikalisasi Puisi. Kegiatan musikaliasi puisi yang diikuti 45 peserta, 3 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, dan 3 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia.
Peserta kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Tanimulya yang disampaikan oleh Sekretaris Desa pak Iyan Sopiyan. Selanjutnya sambutan dari Eko Miftah mewakili Karang Taruna Wahana Bhakti Tanimulya. Kegiatan pelatihan musikalisasi diberikan materi musikaliasi puisi, dan praktik musikalisasi puisi. Peserta pelatihan diberikan contoh musikalisasi puisi, lalu praktik musikalisasi puisi.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan refleksi dan testimoni peserta terhadap kegiatan pelatihan. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan kegiatan lokakarya hasil ditingkat desa dengan menampilkan musikaliasi puisi dari berbagai unit dari 25 Rukun Warga. Kegiatan pendampingan dilanjutkan dengan unggah karya melalui youtube dan tiktok.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada DPPM Kemenditisantik, LPPM UNJ, team anggota P2M, Karang Taruna Wahana Bhakti, dan Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat.













