MuhammadiyahMUINasionalNews

Sekjen MUI Apresiasi Perjalanan Panjang, Kiprah dan Pengabdian Muhammadiyah Selama Ini

47
×

Sekjen MUI Apresiasi Perjalanan Panjang, Kiprah dan Pengabdian Muhammadiyah Selama Ini

Sebarkan artikel ini

Bandung, panjimas – Dr Amirsyah Tambunan selaku Sekjen MUI turut hadir dalam acara Milad Muhammadiyah ke-113 di Universitas Muhammadiyah Bandung yang mengangkat tema ‘Memajukan Kesejahteraan Bangsa pada hari Selasa, (18/11/25)

Amirsyah menilai bahwa Milad Muhammadiyah ke-113 ini merupakan momentum Muhammadiyah bersama komponen bangsa yang lainnya untuk bangkit dan berjuang bersama melalui kontribusi nyata Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan hingga pembangunan sosial di seluruh wilayah Indonesia.

Seperti diketahui bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang Kesehatan (RS,Klinik, Balai Kesehatan) dan juga bidang Pendidikan (Sekolah,Kampus,Pesantren) palada umumnya adalah Amal Usaha yang berdiri diatas tanah wakaf. “Sekali lagi ini menunjukkan kekuatan nyata bahwa kepercayaan masyarakat kepada Muhammadiyah itu sangatlah tinggi,” tandas buya Amirsyah Tambunan

Turut hadir dalam acara Tasyakuran Milad Muhammadiyah, antara lain : Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Wakil Presiden RI ke 10 dan ke 12 Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Mendikdasamen Abdul Mukti, Menteri Riset dan Teknologi saat ini adalah Prof. Dr. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Buya Amirsyah juga menyampaikan apresiasinya atas perjalanan panjang kirpah dan pengabdian Muhammadiyah, sejak berdiri pada tahun 1912. Ia menegaskan, kebersamaan dan semangat Muhammadiyah selama lebih dari satu abad, telah menjadi energi dan semangat besar, yang ikut membangun Indonesia yang maju, sejahtera dan berkeadilan.

“Selama 113 tahun, Muhammadiyah telah berkhidmat untuk menjadi teladan, bagaimana ikhtiar memajukan kesejahteraan bangsa, dijalankan melalui karya nyata dalam bentuk pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga dakwah kemanusiaan,” tandasnya.

Sebagai kader Muhammadiyah, dirinya bersyukur dapat terus membawa pesan dan misi Muhammadiyah berupa nilai-nilai itu, dalam tugas dan amanah sebagai Sekjend MUI.

“Karena itu kesolehan pribadi bagian dari kesolehen dalam Muhammadiyah adalah satu kata-kata dengan perbuatan untuk dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

MUI sebagai tenda besar umat Islam, berhimpun seluruh organisasi Islam (Ormas) Islam ber komitmen melayani umat (khodumul ummah), melindungi umat (himayatul ummah) bersama dengan pemerintah (shodiqul hukumah) guna mewujudkan kesejahteraan umat dan bangsa.

Ini sejalan dengan tema Musyawarah Nasional (Munas) MUI XI : Meneguhkan peran ulama untuk mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan rakyat, pada tanggal 20 sd 23 November 2025 di Mercure Ancol yang akan di hadiri perwakilan ormas tingkat nasional seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *