Yogyakarta, panjimas – Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan sampaikan pijakan karakter kader Muhammadiyah.
Karakter kader Muhammadiyah menurutnya berpijak pada tiga pilar gerakan, yakni dakwah, pemurnian, dan pembaharuan atau tajdid. Ketiga pilar ini tak sekadar warisan ideologis tapi karakter dasar yang membentuk kader.
Hal itu disampaikan Gus Bah pada (25/11) dalam Baitul Arqam yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk dosen dan karyawan di Kampus UMY, Tamantirto, Kasihan, Bantul.
Ketiga pilar tersebut menjadi karakter yang membentuk cara berpikir, bekerja, dan seorang kader dalam berkontribusi bagi umat dan bangsa. Dengan demikian, kader dosen maupun karyawan UMY menjadi kompas intelektual dan sosial.
“Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang bergerak dan menggerakkan. Maka dosennya pun harus menjadi bagian dari gerakan itu,” katanya.
Sosok yang akrab disapa Gus Bah ini menjelaskan, pilar pertama adalah dakwah yaitu peran untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Peran tersebut dilakukan bisa melalui berbagai cara, tidak harus dengan ceramah.
Sebab, dakwah dapat dilakukan dengan tiga cara yakni perkataan atau bil lisan, tulisan atau bil kitabah, dan dakwah dengan perbuatan atau bil hal. Ketiga cara itu digunakan oleh kader dalam berbuat dan berkontribusi di ruang publik.
Pilar kedua adalah gerakan pemurnian, dalam arti untuk menjaga akidah dan ibadah yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Sunnah. Pilar kedua ini sekaligus sebagai penegasan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan berbasis tauhid.
Selanjutnya adalah pilar gerakan pembaruan. Sejak awal berdiri Muhammadiyah telah dikenal sebagai gerakan Islam yang modern, rasional, dan berkemajuan. Maka kader diminta terbuka dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Islam Berkemajuan bukan hanya ide. Ia harus hadir dalam sikap rasional, terbuka, dan mendorong kita untuk terus maju,” ungkapnya.
Dalam diri setiap kader menurutnya harus memiliki karakter yang berpijak pada tiga pilar tersebut, sehingga kader mampu memadukan nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang seimbang dan memberi manfaat di dunia dan akhirat













