CitizenMuhammadiyahOpini

Teladan Indah dari Para Pemimpin Muhammadiyah Saat Ini

60

Oleh : Edy Susanto (Jurnalis,pemerhati media sosial)

Hari ini ditengah suasana manusia mengejar dunia dengan segala hiruk pikuknya dan saling berebut mengambil keuntungan satu sama lain, termasuk dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan.

Rasanya kita perlu belajar lagi tentang sifat ketedalanan kepada para pemimpin yang ada di organisasi Muhammadiyah saat ini.

Ada sebuah cerita yang saya alami sendiri dan saya jadikan cerita ini menjadi ilmu dan pengalaman tentang keteladanan pemimpin, kejujuran dan akhlak mulia dimana hal ini menjadi ruh dan semangat motivasi yang dilahirkan dari ormas terbesar di Indonesia itu.

Satu kali saya berinteraksi dengan salah satu Ketua PP Muhammadiyah yang juga seorang ulama senior di MUI dan Muhammadiyah. Saya menyampaikan ke beliau tentang adanya konten di media sosial berupa narasi yang coba dikembangkan dan diarahkan seakan-akan ada masalah antara Ketua PP dengan salah satu tokoh pejabat.

Dalam konten video yang viral itu coba “dibenturkan” dan adanya konflik ulama Muhammadiyah itu dengan salah satu juniornya yang kebetulan saat ini menjabat salah satu Wakil Menteri di pemerintahan. Ketika hal itu saya konfirmasi ke ulama Muhammadiyah itu dan menanyakan tanggapannya. Dengan kerendahan hatinya serta ketawadhuan beliau mengatakan kepada saya : “Tidak masalah, mas, biarkan santai saja mas..” ujarnya kepada saya.

Selanjutnya saya kembali menanyakan apakah saya bisa ikut membantu menulis tulisan tuk menjernihkan dan mengklarifikasi narasi yang ada di video itu yang secara tidak langsung ikut menyudutkan beliau dan di sisi lain akan mengarahkan opini masyarakat bahwa telah terjadi friksi dan dinamika dalam tubuh organisasi Muhammadiyah.

Beliau sekali lagi dengan santun mengatakan kepada saya : “Didiamkan saja mas, biasa saja, itu tidak masalah”

Seketika saya terdiam dan langsung menjawab : ‘Baik Pak”

Sesaat saya coba merenung, andaikan beliau menuruti hati nuraninya untuk coba memberikan tanggapan, mungkin bisa terjadi kegaduhan dan ketidak harmonisan organisasi.

Dan yang paling diuntungkan dalam hal ini, tentu saja adalah orang-orang yang tidak senang dengan ormas besar di Indonesia ini. Orang-orang yang tidak senang kita hidup rukun, guyub dan kompak seperti suasana yang ada dan terbangun di Muhammadiyah

Sebuah keteladanan yang mahal yang ditunjukkan oleh tokoh pemimpin dari organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan selama kurun waktu satu abad lebih itu.

Kisah kedua : Kompak dan Rukun

Selanjutnya masih juga soal sikap ketedalanan yang ditunjukkan oleh para pemimpin Muhammadiyah, yakni pernyataan dan pesan yang disampaikan oleh salah satu pemimpin tertinggi di Muhamamadiyah yang juga menjabat menjadi seorang Menteri di sebuah Kementerian terbaik saat ini.

Di sela-sela kesibukan dan padatnya aktivitas Menteri ini disaat kunjungan ke Jawa Timur, pak Menteri ini memberikan pesan dan arahan kepada seluruh warga persyarikatan Muhammadiyah dimanapun berada untuk selalu kompak dan tidak mudah diadu domba yang akan mengakibatkan perpecahan yang ada.

“Organisasi besar seperti Muhammadiyah hanya bisa bertahan sepanjang lebih dari satu abad karena mampu menjaga kekompakan dan menghindari perpecahan,” ujar Menteri terbaik itu.

“Jangan konflik. Ojo rebutan balung (jangan berebut tulang). Kadang balungnya sudah tidak ada, tapi masih berebut sumsum. Bahkan, sudah tak ada balung sama sumsum, permusuhannya sampai balung sumsum,” ujarnya sambil mengutip pepatah Jawa.

Ia menegaskan bahwa dalam Islam, ikhtilaf atau perbedaan pendapat adalah hal wajar, bahkan merupakan kenyataan sosial yang tidak bisa dihindari.

Namun yang dilarang adalah tafaruk, yaitu perpecahan yang menimbulkan permusuhan.

“Allah memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada tali agama-Nya dan melarang kita untuk bercerai-berai. Tafarruq (berpecah belah) itu dilarang, ikhtilaf (berbeda pendapat) tidak bisa dihindari.

Karena itu yang perlu ditekankan adalah kompak, menjaga kohesi, mengedepankan musyawarah, serta meminimalkan potensi friksi antarkader dan antarpimpinan.

Ia mengingatkan, konflik yang dibiarkan berlarut-larut akan menguras energi, merusak keteladanan organisasi Islam modern, dan pada akhirnya menghambat amal usaha yang selama ini menjadi kekuatan Muhammadiyah.

Seluruh kader diminta kembali pada nilai ukhuwah, tidak mudah tersulut provokasi, serta mengelola dinamika organisasi secara dewasa.

Kisah ketiga

Selanjutnya yang terakhir yang ingin saya sampaikan adalah tentu saja Ketedalanan dan Kesederhanaan yang sudah ditunjukkan oleh pemimipin tertinggi di Muhammadiyah, yakni sang Ketua Umum

Teladan dari Ayahanda Ketua Umum adalah kesederhanaan, integritas, dan kepemimpinan yang berakhlak, yang terwujud dalam tindakan nyata. Beliau menjadi teladan dalam hal intelektualitas yang produktif dengan banyak menghasilkan karya tulis, serta semangat berjuang untuk kemajuan bangsa tanpa pamrih dan tetap setia pada nilai-nilai luhur.

Kesederhanaan dan integritas
Menolak kemewahan: Beliau tunjukkan kesederhanaan dengan tidak tergiur pada gaya hidup mewah dan menolak fasilitas yang berlebihan, seperti menolak dijemput mobil dinas atau memilih naik transportasi umum (naik kereta api sendiri dalam salah satu kunjungan kerja beliau ke salah satu daerah binaan Muhammadiyah)

Ketua Umum menekankan pentingnya integritas moral, bukan hanya dalam tindakan sehari-hari, tetapi juga sebagai dasar kepemimpinan.

Menjadi cermin: Kehidupannya menjadi cermin bahwa pemimpin bisa bersahaja dan berakhlak di tengah retorika kosong…

Exit mobile version