Hari ini saya mewakil Majelis Ulama Indoneisa untuk menberi sambutan pada acara Silaturahim dan Dialog Kekuatan Ideologi Pancasila untuk Perdamaian Dunia bersama Sekjen Liga Muslim Dunia (Robitoh al-Alam al-Islami/Muslim World League) H.E. Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa di Gedung Nusantara V, MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Acara dihadiri oleh para ulama, intelektual dan anggota parlemen.
.
Setelah menyampaikan takrim kpd para tamu dan peserta saya paparkan tentang pentingnya mencapai perdamaian hidup melalul kesepakatan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bahwa Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau dan suku dapat hidup damai dengan diikat kesepakatan nasional dan bernegara, yaitu Pancasila.
.
Pancasila itu bukan agama, juga bukan anti agama. Namun Pancasila itu dijiwai oleh agama, khususnya agama Islam. Kandungan Pancasila selaras dengan tujuan syariah (maqashid al-Syariah) Islam dalam meciptakan hidup yang damai dan rukun.
.
Sila pertama yang memuat tentang Ketuhanan Yang Maha Esa sungguh mencerminkan tentang kehidupan beragama, dimana Islam dalam dakwahnya menyerukan tauhid. Ideologi negara Indonesia adalah mewajibkan seluruhnya untuk beragama. Tentu umat beragama itu dasar untuk mencipta hidup damai, berkemanusiaan yang adil dan beradab. Bahkan keadilan dapat ditegakan oleh atas dasar keyakinan beragama.
.
Pada akhir sambutan, saya mengajak Sekjend Liga Muslim Dunia berkolaborasi dengan Indonesia untuk menjadi jembatan perdamaian dunia dan menyebarkan spirit Pancasila untuk menginspirasi perdamaian dunia.
M. Cholil Nafis, Lc., Ph D
Wakil Ketua Umum MUI













