MuhammadiyahNasionalNews

MPM PP Muhammadiyah Resmikan Charging Station untuk Becak Listrik Pabelan

20
×

MPM PP Muhammadiyah Resmikan Charging Station untuk Becak Listrik Pabelan

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, panjimas – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kolaborasi dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmikan Charging Station dan Hibah 2 Unit Becak Listrik (Betrik) Ergonomic Ramah Lingkungan.

Acara ini diselenggarakan pada Rabu (10/12) di Gedoeng Moehammadijah, Kota Yogyakarta. Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menyampaikan, charging station ini merupakan pematangan dan implementasi konsep transportasi umum ramah lingkungan.

“Peresmian charging station ini juga masih kota kaitan dengan Milad Muhammadiyah ke 113, dengan tema meningkatkan kesejahteraan bangsa,” ungkap Yamin.

Yamin juga berharap, inovasi becak yang dilakukan UAD ini senantiasa melakukan pembaruan teknologi. Akan tetapi, Kelompok Pabelan tidak hanya terkait dengan teknologi, sekaligus juga usaha untuk meningkatkan nilai ekonomi.

Selain ekonomi, inovasi becak listrik juga bagian dari kepedulian Muhammadiyah terhadap isu keberlanjutan dan lingkungan. Meski dengan inovasi modern, Betrik ini tetap menampilkan tradisi dan budaya lokal, yang dalam hal ini adalah budaya Yogyakarta.

Namun demikian, saat ini Kelompok Paguyuban Abang Becak Ahmad Dahlan (Pabelan) yang anggotanya berjumlah 25 orang masih kekurangan 18 unit Betrik. Maka dibuka lelang Betrik yang setiap unitnya senilai Rp. 35 juta. Kesempatan ini terbuka untuk umum atau siapapun yang berminat bersinergi.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mengapresiasi inovasi yang dilakukan Muhammadiyah. Khususnya dengan adanya Betrik. Langkah ini menurutnya sejalan dengan semangat Kota Jogja dalam menyediakan transportasi publik yang ramah lingkungan.

“Ini sejalan dengan keinginan Pemerintah Kota Jogja. Termasuk di kawasan Malioboro yang nantinya hanya becak, becak listrik dan pejalan kaki yang boleh menggunakan,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Faishal, Kepala Inventor Betrik 1912 menjelaskan, dua unit Betrik yang dihibahkan merupakan produk dalam karya UAD. Dengan baterai di berkapasitas 48 Volt 20,8 Aha, sekali charge lebih dari 50 kilometer. Sementara becak sebelumnya sekali cas dapat menempuh jarak lebih dari 20 kilometer.

Faishal menambahkan, Charging Station ini menggunakan teknologi fast charging, dari baterai nol persen dicharge selama sejam sudah terisi 80 persen lebih. Program ini juga bagian dari hibah dari Kemendikti Saintek.

“Melalui inovasi ini ke depan masalah yang berkaitan dengan becak motor dan transportasi perkotaan bisa terselesaikan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *