BPJPHNasionalNews

BPJPH Salurkan Bantuan Rp500 Juta dan 10 Truk Sembako untuk Korban Banjir Aceh

130

Banda Aceh, Panjimas — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan tanah longsor di Aceh. Bantuan yang terdiri atas Rp500 juta dana kemanusiaan dan 10 truk penuh sembako itu dikirimkan langsung menuju Aceh Tamiang yang menjadi salah satu wilayah terdampak terparah.

Penyaluran dilakukan pada Rabu (10/12/2025) di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, dalam kegiatan yang turut dihadiri Komisi VIII DPR RI, Sekda Aceh, dan jajaran Dinas Sosial Provinsi Aceh.

Kepala BPJPH, Haikal Hassan, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian negara dan solidaritas ekosistem halal dalam membantu pemulihan masyarakat pascabencana. “Bantuan ini bukan hanya untuk kebutuhan darurat masyarakat, tetapi juga untuk pelaku usaha halal dan SDM halal yang terdampak agar mereka dapat bangkit kembali,” tegas Haikal.

Menurutnya, BPJPH ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan benar-benar sampai ke tangan warga. “Kami ingin memastikan bantuan ini tiba langsung di lokasi. Karena itu kami akan berangkat ke Aceh Tamiang dan melihat sendiri kondisi di lapangan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Haikal menyampaikan pesan bernuansa keagamaan yang kuat terkait pentingnya kejujuran dan kepedulian dalam menangani bencana.

Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW menekankan nilai iman yang tercermin dari tindakan nyata membantu sesama, bukan sekadar ucapan atau janji. “Terlalu banyak teori, terlalu banyak janji. Yang dibutuhkan sekarang adalah turun langsung. Kalau kita benar beriman, perkataan dan tindakan harus sejalan,” kata Haikal.

Ia menambahkan bahwa bantuan BPJPH yang terkumpul merupakan hasil penggalangan dana internal dari para pegawai dan mitra ekosistem halal. “Kami mengumpulkan gaji kami, mengumpulkan kemampuan kami. Alhamdulillah terkumpul Rp500 juta dan 10 truk sembako yang khusus kami niatkan untuk Aceh Tamiang,” jelas Kepala BPJPH.

BPJPH memastikan akan membawa bantuan tersebut langsung menuju Aceh Tamiang, wilayah dengan dampak paling signifikan. “Apa pun yang terjadi, kami harus ke Aceh Tamiang. Paling banyak korban di sana, paling parah juga di sana,” kata Haikal Hasan.

Ia juga mengenang masa lalu ketika pernah terlibat sebagai juru damai dalam konflik Aceh, sehingga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Aceh. “Saya dulu masuk ke hutan, bertemu para panglima. Jadi kami datang bukan sekadar membawa bantuan, tapi membawa persaudaraan,” imbuhnya.

Di hadapan para pemangku kepentingan, Babe Haikal menyampaikan pesan agar para pelaku usaha maupun pihak mana pun tidak melakukan praktik penimbunan atau menaikkan harga kebutuhan pokok pada masa bencana. “Islam mengharamkan menimbun dan menaikkan harga secara zalim. Rasulullah melaknat perbuatan itu. Termasuk BBM dan sembako jangan ada yang memanfaatkan situasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ketika kemaksiatan merajalela, bencana bisa datang sebagai peringatan untuk kembali kepada kebaikan.

Babe Haikal menutup pesannya dengan doa agar masyarakat Aceh diberi kekuatan dalam menghadapi ujian. “InsyaAllah Allah menjaga kita semua, menjaga usaha kita, dan memudahkan kesusahan kita. Aamiin,” ucapnya.

Bantuan dari BPJPH menambah panjang daftar dukungan kementerian, lembaga pusat, dan pemerintah daerah lain untuk percepatan pemulihan Aceh pascabencana hidrometeorologi 2025.

Exit mobile version