Hari ini adalah hari ibu. Di hari ini setiap orang diingatkan akan pentingnya kita mengenang jasa ibu dan untuk bersyukur serta berbakti kepadanya, karena dialah orang yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, membesarkan dan mendidik kita. Bahkan seorang ibu rela mengorbankan waktu, tenaga, fikiran dan perasaannya bagi kepentingan anak-anaknya.
Bahkan yang lebih dahsyat lagi, semuanya dia lakukan dengan rasa penuh kasih sayang dengan harapan agar anak-anaknya bisa hidup senang dan bahagia serta bisa tumbuh dan berkembang dengan baik bahkan kalau bisa menjadi orang hebat dan ternama.
Mungkin itu pulalah sebabnya ketika Nabi Muhammad saw ditanya oleh salah seorang sahabat tentang siapakah orang yang paling berhak untuk dipergauli dan diperlakukan dengan baik, Nabi menjawab ibumu. Hal itu beliau ulang sampai tiga kali.
Setelah itu baru bapakmu dan saudaramu. Bahkan untuk mengingatkan arti pentingnya kita menghormati ibu sampai-sampai Nabi berkata syurga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Perumpamaan ini maksudnya tentu adalah untuk menjelaskan tentang kemuliaan dan tingginya kedudukan seorang ibu dalam kehidupan kita serta mengingatkan kita tentang adanya kewajiban kita sebagai anak untuk bersyukur dan berbakti kepadanya.
Oleh karena itu kalau ada anak yang durhaka kepada ibunya dan atau kepada kedua orang tuanya maka dia tentu akan dicela tidak hanya oleh keluarga tapi juga oleh orang lain dan lingkungannya. Bahkan anak yang seperti itu dalam Islam dipandang telah berbuat dosa besar karena dia telah melanggar perintah Allah swt yang telah menyuruh dia dan umat manusia untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.
Di samping itu juga tentunya karena dia telah menjadikan dirinya menjadi orang yang tidak pandai bersyukur dan berterima kasih karena dia tega menyakiti hati orang yang telah berbuat baik dan telah berjasa besar terhadap dirinya.
Oleh karena itu jika dia tidak meminta maaf dan atau tidak mendapatkan maaf dari ibunya maka dalam sistem keyakinan Islam sesuai dengan ayat-ayat dan hadis yang ada maka sang anak sudah bisa dipastikan akan mendapatkan murka dari Allah swt dan di hari akhir nanti dia tentu pasti akan mendapatkan siksa berupa dimasukkannya dia ke dalam api nerakaNya. Dan hal itu tentu saja tidak kita inginkan.
Untuk itu sebelum bencana dan malapetaka datang menimpa, mari kita meminta maaf dan bersyukur serta berbakti kepada ibu dan bapak kita tidak hanya pada hari ini saja tapi juga pada hari-hari lainnya sehingga hidup kita diharapkan akan mendapatkan pertolongan dan ridho dari Allah swt. Semoga. Aamiin.
Anwar Abbas
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan
Wakil Ketua Umum MUI













