Surakarta, panjimas – Tantangan dunia pendidikan tinggi kian kompleks, satu persatu ingin dicarikan solusi oleh Majelis Diktilitbang, di antaranya masalah integrasi antara kualitas akademik dan ketahanan ekonomi institusi.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Majelis Dikitilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bambang Setiaji pada (19/12) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam MoU dengan PT Bank Jabar Banten Syariah.
Kerja sama ini diarahkan untuk memudahkan pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah, sekaligus membangun sinergi kelembagaan yang saling menguntungkan.
Lebih dari sekadar hubungan bisnis, kolaborasi ini diposisikan sebagai bagian dari strategi besar Muhammadiyah dalam mengintegrasikan penguatan akademik, tata kelola pendidikan tinggi, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Oleh karena itu, menurut Bambang Setiaji, MoU antara Majelis Dikitilitbang PP Muhammadiyah dengan Bank BJB Syariah merupakan salah satu langkah strategis dalam memajukan sistem Pendidikan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).
“Kerja sama ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk memajukan pendidikan tinggi melalui integrasi akademik sekaligus pemberdayaan ekonomi. PTMA membutuhkan sistem pendukung yang kuat, baik dari sisi pembiayaan, layanan keuangan, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Bambang.
Akademisi berlatar belakang Ekonomi Pembangunan ini menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup sejumlah program inti yang diarahkan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan dan kualitas SDM di lingkungan PTMA secara signifikan.
Melalui dukungan perbankan syariah yang kuat dan profesional, PTMA diharapkan semakin adaptif terhadap perubahan zaman serta mampu memperluas kontribusinya bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Bank BJB Syariah, Arief Setyahdi, menyampaikan Muhammadiyah sebagai mitra strategis yang memiliki peran besar dalam pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi umat di Indonesia.
“Kami melihat Muhammadiyah sebagai mitra strategis, tidak hanya dalam konteks transaksi keuangan, tetapi juga dalam pengembangan pendidikan dan generasi muda,” ungkap Arief.
Kolaborasi antara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Bank BJB Syariah diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi kedua institusi, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas.
