Sekjen MUI Ingatkan MBG Harus Penuhi Tiga Standar Sertifikasi

Panjimas – Makan Bergizi Gratis (MBG) salah satu program strategis nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto mulai Januari 2025 bertujuannya memberikan makan siang bergizi secara gratis kepada anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui untuk menurunkan stunting.

Secara simultan akan mendorong ekonomi lokal dengam tujuan utama meningkatkan kualitas SDM, mencegah stunting (gizi buruk), meningkatkan fokus belajar anak di sekolah, dan memperkuat kesehatan ibu dan anak.

Dengan sasaran anak didik (PAUD hingga SMA/SMK/Pesantren), anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pada acara silaturrahmi dengan pimpinan MUI di Aula Buya Hamka ( 26 Januari 2026).

Amirsyah sebagai pemandu acara dialog mengingatkan ada tiga sertifikat yang harus dipenuhi; pertama, Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan.

Kedua, sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) yang berhubungan dengan standar gizi dan manajemen risiko; Ketiga, sertifikat halal dari BPJPH yang diawali oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Fatwa dari Majelis Ulama Indonesia.

Amirsyah juga mengajak agar BGN memiliki keberpihakan kepada UMKM, petani, nelayan, dan peternak lokal sebagai penyedia bahan pangan, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor dapur umum.

Namun faktanya di sejumlah daerah pengadaan beras, sayur mayur, daging lebih banyak di kuasai oleh para pemilik modal. Oleh karena itu pihak nya mengajak semua pemangku kepentingan agar rantai pasok untuk pasar harus di lakukan pengawasan oleh semua pihak agar ekosistem ekonomi ekonomi berpihak kepada rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *