Jakarta, panjimas — Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menjelaskan bahwa akselerasi sertifikasi halal pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu prioritas yang tengah dijalankan oleh pemerintah, guna memperkuat program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita sedang akselerasi sertifikasi halal dapur SPPG. Jadi di setiap SPPG ada Penyelia Halal yang bertanggungjawab atas proses produk halal, yang harus memenuhi standar jaminan produk halal sesuai ketentuan.” tegas Babe Haikal, sapaan akrab Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan bahwa strategi percepatan tersebut telah disampaikan sebelumnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, yakni melalui penempatan Penyelia Halal di setiap dapur, paralel dengan dengan penguatan kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan Jaminan Produk Halal (JPH) yang telah ada.
“Akselerasi sertifikasi halal dapur SPPG ini program yang musti dan wajib kita jalankan. Caranya begini, semua kepala dapur menjadi penyelia. Jadi mereka kita training para kepala dapur SPPG ini (melalui pelatihan calon Penyelia Halal), untuk menjadi Penyelia Halal (di dapur SPPG),” jelas Babe Haikal dalam rapat kerja BPJPH dan Komisi VIII DPR di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (9/2/2026) lalu.
Lebih lanjut, Babe Haikal menjelaskan bahwa hingga saat ini, pelatihan telah menghasilkan 3.198 orang penyelia halal untuk mendukung operasional proses produk halal dapur MBG di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut masih terus bertambah seiring pelatihan yang terus dilaksanakan. Seiring bertambahnya jumlah penyelia halal tersebut, jumlah SPPG bersertifikat halal juga terus bertambah.
“Saat ini data Sihalal mencatat sebanyak 1.807 SPPG telah bersertifikat halal. Dan jumlah ini tentu saja terus bertambah seiring percepatan, karena (SPPG) yang lainnya juga sedang berproses mengurus sertifikasi halal.” imbuh Babe Haikal.
Lebih lanjut, Babe Haikal juga menjelaskan bahwa para Penyelia Halal tersebut memiliki peran penting dalam memastikan bahwa proses produk halal dijalankan sesuai standar jaminan produk halal secara konsisten dari waktu ke waktu.
“Mereka adalah kepanjangan tangan kita. Jika ada hal yang tidak memenuhi standar di lapangan terkait bahan dan proses produksi, maka mereka bisa segera ambil tindakan. Dan kami akan melihat ini (melakukan pengawasan) secara berkelanjutan,” lanjutnya.
“Dengan adanya penyelia halal di setiap SPPG, maka prinsip trustability, traceability, dan transparency benar-benar bisa diterapkan dari hulu ke hilir, untuk menghasilkan produk makanan bagi generasi bangsa kita yang sehat, aman, bergizi serta halal dan thoyyib.” imbuh Babe Haikal.
Sejalan dengan itu, BPJPH terus memperkuat sistem pembinaan dan monitoring melalui pelatihan berkelanjutan, pendampingan teknis, serta koordinasi lintas sektor agar standar halal tidak hanya dipenuhi secara administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik operasional sehari-hari di setiap dapur MBG.
“Sejak awal kami berkoordinasi dan bekerja sama dengan BGN untuk memastikan setiap dapur MBG memenuhi ketentuan jaminan produk halal. Selain melaksanakan amanat Undang-undang, upaya ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menempatkan aspek halal sebagai prioritas. Hal ini penting karena MBG melibatkan rantai pasok panjang, dari hulu hingga penyajian. Aertifikasi halal memastikan mutu, gizi, dan kehalalan pangan tetap terjaga.” pungkasnya. []













