BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Pesantren Muhammadiyah Perlu Praktikkan Efisiensi dan Transisi Energi Listrik

54
×

Pesantren Muhammadiyah Perlu Praktikkan Efisiensi dan Transisi Energi Listrik

Sebarkan artikel ini

Banyumas, panjimas – Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan Program 1000 Cahaya menggelar pelatihan Efisiensi dan Transisi Energi Listrik.

Kegiatan bertempat di Pesantren Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu, (28/2/2026).

Ada 20 pesantren yang tersebar di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti kegiatan ini. Peserta terdiri dari mudir dan wakil mudir yang membidangi sarana dan prasarana.

Wakil Direktur Program 1000 Cahaya, Sudarto Kasim, menyampaikan bahwa isi pelatihan ini tentu tidak menjadi menarik jika kita hanya bicara penghematan 1 Kwh, yang kira-kira sekitar seribu rupiah.

“Tetapi bila itu dilakukan di setiap rumah tangga warga Muhammadiyah maka akan menjadi sangat signifikan,” ujcapnya.

Lebih lanjut Sudarto menekankan dalam pelatihan Efesiensi dan Transisi Energi jangan dimaknai pada teknologinya, tetapi sesungguhnya lebih kepada perubahan perilaku hemat energi.

Merawat Bumi Perlu Upaya Kolektif

Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Maskuri dalam sambutanya menyampaikan, saat ini dunia tengah menghadapi tatangan besar. Kita menghadapi ancaman perubahan iklim yang kian nyata dan krisis energi yang membayangi masa depan bumi.

“Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berwatak dakwah berkemajuan, memilih untuk tidak tinggal diam. Karena persoalan lingkungan hidup merupakan refleksi moral sebagai umat beriman dan tanggungjawab religious,” ulasnya.

Menurutnya, di tengah ancaman krisis energi yang berpotensi terjadi di Indonesia, diperlukan upaya kolektif untuk menumbuhkan budaya hidup yang berorientasi pada efisiensi dan transisi energi listrik.

“Maka pesantren sebagai institusi pendidikan, perlu untuk mempraktikkan efisiensi energi. Melalui penerapan budaya efisiensi energi, pesantren tidak hanya dapat menekan biaya operasional, tetapi juga mengalihkan penghematan. Hal itu bisa untuk mendukung kegiatan pendidikan dan sosial lain,” katanya.

Islam Melarang Keras Pengrusakan

Dia pun mengutip Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 41. Bahwa telah nampak kerusakan di darat dan di laut yang disebabkan oleh ulah tangan manusia.

Lebih lanjut, Maskuri menekankan bahwa kita dilarang keras untuk membuat kerusakan di muka bumi. Hal ini sebagaimana terdapat dalam Surat Al-A’raf ayat 56.

Oleh karena itu pelatihan ini menjadi sangat penting dalam rangka menjadikan kita lebih pedului pada lingkungan, transisi energi bersih dan efesiensi energi sebagai bagian dari ibadah dan dakwah Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *