Medan, panjimas – Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan pendidikan, di dalamnya umat muslim diminta meningkatkan derajat takwa. Peningkatan takwa dapat diraih dengan memperbanyak amal salih dan menahan marah.
Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni pada Rabu (4/3) dalam agenda Buka Bersama Karyawan Majelis Takwa Telkomsel (MTT) Regional 1 Sumatra di Kota Medan.
Pada kesempatan ini karyawan yang tergabung dalam MTT menyerahkan zakat untuk kepedulian sosial melalui Lazismu. Untuk ini Syafiq menyampaikan terima kasih karena mempercayakan penyaluran zakat dan donasi melalui Lazismu.
“Ini merupakan penghargaan dan kepercayaan bagi kami, sehingga mendorong kami lebih keras lagi berjuang untuk kepentingan masyarakat, membantu para dhuafa, mustadh’afin, fukara, dan miskin,” kata Syafiq.
Dalam materi sambutannya, Syafiq menyampaikan pesan takwa, seperti disebutkan dalam Al Baqarah ayat 183. Maka umat muslim diminta untuk tidak stagnan dalam beramal salih dan berbuat kebajikan. Sebab keduanya bagian dari cara hamba untuk menyambung kedekatan dengan Allah Swt dan meningkatkan takwa.
Syafiq juga menyampaikan, bahwa puasa tak sebatas menahan lapar dan dahaga. Tapi juga menjadi ajang untuk melatih spiritual dan emosional. Dalam konteks kesehatan emosional, puasa bagi muslim tentu diarahkan untuk menahan amarah.
“Marah memang tabiat manusia, tetapi dengan pengolahan dan latihan selama Ramadan, maka kita akan mampu memanage kemarahan kita secara proporsional,” ungkapnya.
Dia memandang, amarah atau marah sama sekali tidak bisa dihilangkan, tapi manusia dibekali kemampuan untuk mengendalikan. Jika biasanya marah berdurasi panjang, maka dengan puasa harus bisa diperpendek, dan seterusnya.
Sementara itu, dari puasa juga memiliki manfaat bagi kesehatan fisik yang pengaruhnya bisa langsung dirasakan bagi orang-orang yang berpuasa. Salah satunya adalah diet untuk postur tubuh yang lebih ideal.
Menurut Syafiq, manfaat puasa tidak hanya dirasakan secara personal orang yang berpuasa. Namun juga memberikan dampak pada relasi sosial dan lingkungan. Sebab puasa melatih empati, dan menekan ego manusia untuk berlaku hemat sehingga tidak banyak memproduksi sampah.













