Jakarta, panjimas – Gereja Mormon Amerika Serikat percaya Muhammadiyah itu amanah diceritakan oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Zainal Abidin.
Dia menceritakan itu saat sambutan acara penyerahan Kado Ramadan Lazismu Lumajang di Pendapa Arya Wiraraja Pemkab, Senin (9/3/2026) siang.
Ratusan guru, marbot masjid, guru TPQ, serta relawan penjaga perlintasan kereta api dari Kabupaten Lumajang menerima kado itu.
Zainal Abidin menyebut Muhammadiyah itu dipercaya oleh lembaga internasional, termasuk ketika penanganan bencana alam Aceh tahun 2025 lalu.
“Saat itu pihak Gereja Mormon dari Amerika menitipkan bantuan kepada Muhammadiyah. Ketika kami bertanya mengapa tidak disalurkan sendiri, mereka menjawab, we can trust Muhammadiyah,” ujarnya.
Cerita tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin yang memenuhi pendapa Pemkab.
Menurut dia, kepercayaan seperti itu harus terus dijaga oleh seluruh warga Muhammadiyah dengan menjaga integritas dan amanah dalam setiap kegiatan sosial.
Pada bagian lain Zainal Abidin menjelaskan, kegiatan berbagi Kado Ramadan seperti ini merupakan amal kebaikan yang memiliki makna besar di hadapan Allah
“Forum ini adalah forum yang sangat mulia di hadapan Allah, karena kita sedang berbagi kebahagiaan dan melakukan kebaikan,” ujarnya.
Ia kemudian mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Isra: 7 yang berbunyi In ahsantum ahsantum li anfusikum yang berarti jika seseorang melakukan kebaikan, maka kebaikan itu akan kembali kepada dirinya sendiri.
Teladan Kiai Dahlan
Menurutnya, semangat berbagi tersebut telah dicontohkan sejak awal oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, ketika memulai dakwahnya.
Saat mengenalkan Muhammadiyah kepada para santri, K.H. Ahmad Dahlan menyampaikan tafsir surah Al-Ma’un untuk menanamkan semangat kepedulian sosial.
“Surah Al-Ma’un yang tadi dibacakan adalah surah pertama yang disampaikan oleh KH. Ahmad Dahlan untuk membangun semangat para santri agar memiliki kepedulian dan semangat berkorban,” ungkap Zainal Abidin.
Ia juga menjelaskan, semangat berbagi itu kini diterjemahkan dalam gerakan filantropi Muhammadiyah melalui Lazismu.
Simbol Lazismu yang memiliki delapan bulir padi menggambarkan filosofi kebaikan yang berkembang.
“Maknanya ketika kita menebar satu benih kebaikan, maka akan tumbuh tujuh benih lainnya. Ini sesuai dengan ayat Al-Qur’an tentang sedekah yang diibaratkan seperti satu benih yang menumbuhkan tujuh bulir,” jelasnya.
Karena itu, menurutnya, program Kado Ramadan yang setiap tahun dilaksanakan Lazismu merupakan wujud nyata dari semangat berbagi tersebut.
“Jika Lazismu setiap tahun memberikan Kado Ramadan, itu adalah perwujudan dari semboyan Lazismu, yaitu Memberi untuk Negeri,” katanya.
Zainal Abidin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang yang telah memberikan kesempatan menggunakan Pendapa Arya Wiraraja sebagai lokasi kegiatan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bunda Indah dan Mas Yudha Aji yang telah memberikan kesempatan menggunakan pendapa ini untuk penyaluran Kado Ramadan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak para guru dan seluruh peserta untuk terus mendukung gerakan filantropi melalui Lazismu. Ia berharap target penghimpunan dana sebesar Rp3,3 miliar dapat tercapai melalui semangat kebersamaan.
Momentum berbagi Kado Ramadan bukan sekadar menerima bingkisan. Ini penghargaan atas dedikasi mereka yang selama ini mengabdi kepada masyarakat dalam berbagai bidang













