Jakarta, panjimas – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Buya Anwar Abbas, menyerukan penghentian total segala bentuk kezaliman di tengah eskalasi konflik global yang terus meningkat, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Ia menilai, kondisi ini sebagai momentum bagi umat Islam dan seluruh pihak yang mencintai keadilan dan membenci kezaliman untuk bersatu. Kezaliman yang terus berlangsung akan selalu melahirkan konflik yang berkepanjangan jika tidak dihentikan secara menyeluruh.
“Ini mementum bagi kita untuk melawan kezaliman. Tidak ada damai, jika praktik kezaliman masih merajalela. Oleh karena itu, yang perlu kita serukan sekarang ini bukan berhenti berperang, tapi hentikan semua praktek kezaliman,” ujarnya dalam keterangan yang diterima panjimas pada Rabu (1/4/2026).
Lebih lanjut, Buya Anwar pun menyinggung perlunya kesiapan dalam menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan yang terjadi, termasuk kesiapan diri untuk berperang.
Ia mengkritik keras peran kekuatan global yang dinilai turut memperkeruh situasi di kawasan Timur Tengah. Menurutnua, Amerika harus segera mundur dari semua pangkalan militernya yang ada di Timur Tengah.
Jika tidak, kata dia, Buya Anwar pun dengan tegas meminta medan perang dan pertempuran agar dipindahkan dari kawasan Timur Tengah ke kawasan Amarika Serikat. Hal itu agar memberikan pelajaran bagi Amerika ikut merasakan penderitaan yang dirasakan oleh Palestina dan Iran.
Di sisi lain, Buya Anwar pun menekankan pentingnya persatuan umat Islam dengan mengesampingkan perbedaan teologis, khususnya antara Sunni dan Syiah.
Ia merasa kecewa terhadap pihak-pihak yang dinilai belum memberikan kontribusi nyata pada perdamaian. Banyak negara dan individu yang katanya membela Palestina, tapi pada kenyataanya tidak melakukan hal-hal yang benar-benar berarti bagi kepentingan rakyat Palestina.
“Terus terang saya kecewa dengan negara-negara dan individu-individu yang katanya membela Palestina, tapi pada kenyataannya tidak melakukan hal-hal yang benar-benar berarti bagi kepentingan rakyat Palestina,” jelas dia.
Dalam pandangannya, dukungan terhadap perjuangan Palestina harus diwujudkan dalam langkah yang konkret dan nyata. Ia melihat Iran justru jauh lebih nyata dan lebih konkrit dalam membela Palestina.
Untuk itu, kendati secara teologis tidak sependapat dengan teologi syiah, tapi sekarang ini dibutuhkan persatuan umat Islam untuk menghadapi tindak kezaliman yang dilakukan Amerika dan Israel.
“Untuk itu mari kita dukung perjuangan Iran serta mari kita doakan agar mereka tetap kokoh dan kuat dalam melawan musuh-musuh Islam dan kemanusiaan,” serunya













