BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Haflah Takharruj Mu’allimin, Prof Haedar Tegaskan Spirit Pembaruan Muhammadiyah

15
×

Haflah Takharruj Mu’allimin, Prof Haedar Tegaskan Spirit Pembaruan Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA, panjimas – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan pentingnya menjadikan spirit pembaruan Ahmad Dahlan sebagai fondasi utama dalam membangun pendidikan kader Muhammadiyah yang berkemajuan dan mampu menjawab tantangan zaman.

 

Hal itu disampaikan dalam Haflah Takharruj Siswa Kelas VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di UNISA Convention Hall, Yogyakarta, Ahad (10/5).

 

Menurut Haedar, Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimaat Muhammadiyah merupakan embrio pendidikan kader yang lahir langsung dari gagasan dan perjuangan KH Ahmad Dahlan. Karena itu, kedua lembaga tersebut harus terus menjadi model pendidikan Islam modern yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

“Jejak sejarah dan figur KH Ahmad Dahlan menjadi rujukan utama lahirnya Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimaat. Bahkan dari tangan beliau lah embrio lahirnya dua madrasah tercinta ini,” ujarnya.

 

Ia menggambarkan KH Ahmad Dahlan sebagai sosok pembaru yang berani keluar dari arus utama pemikiran pada masanya. Melalui gagasan dan langkah-langkah progresifnya, Dahlan berhasil menghadirkan orientasi baru dalam gerakan Islam dan pendidikan.

 

“Saya mengilustrasikan KH Ahmad Dahlan seperti burung rajawali yang selalu terbang tinggi dan menghadirkan energi perubahan di setiap tempat yang disinggahinya,” ungkapnya.

 

Haedar menjelaskan, spirit pembaruan tersebut tampak nyata melalui gerakan sosial Muhammadiyah yang lahir dari pemahaman terhadap Surah Al-Ma’un. Dari spirit itu kemudian berkembang berbagai layanan sosial modern Muhammadiyah, mulai dari rumah sakit, rumah miskin, rumah yatim, hingga lembaga pendidikan.

 

Di hadapan para lulusan Mu’allimin, Haedar juga berpesan agar terus menjaga tradisi thalabul ilmi dan tidak cepat merasa puas terhadap capaian yang diraih. Tradisi keilmuan, menurutnya, menjadi faktor penting dalam meningkatkan martabat seseorang maupun institusi.

 

Ia kemudian mengutip Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menjelaskan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

 

“Siapapun yang terus menambah dirinya dengan ilmu dan iman, martabat derajatnya akan naik,” kutip Haedar.

 

Selain itu, Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah saat ini memperoleh kepercayaan yang besar dari masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, capaian tersebut harus dijaga dan dilanjutkan oleh kader-kader muda Muhammadiyah.

 

“Alhamdulillah Muhammadiyah sekarang mendapat trust yang tinggi dari masyarakat luas, di dalam maupun luar negeri. Maka kalian harus menjadi mata rantai dari “anak panah” Muhammadiyah yang terus membawa Muhammadiyah makin berkemajuan,” ujarnya.

 

Menjelang akhir amanatnya, Haedar mengingatkan para wisudawan agar tetap menjunjung birul walidain, aktif dalam gerakan Muhammadiyah, serta mengambil peran dalam kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

 

“Eksistensi seseorang bukan pada kebesaran dirinya tetapi pada peran dirinya di tengah lingkungan,” pungkasnya.

 

Melalui pendidikan kader seperti Mu’allimin dan Mu’allimaat, Muhammadiyah terus berupaya menghadirkan generasi berkemajuan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kekuatan iman, jiwa kepemimpinan, semangat pembaruan, serta kepedulian terhadap persoalan umat, bangsa, dan kemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *