BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Hilman Latief: Muhammadiyah Tak Boleh Hanya Bertumpu pada Dakwah Konvensional

25
×

Hilman Latief: Muhammadiyah Tak Boleh Hanya Bertumpu pada Dakwah Konvensional

Sebarkan artikel ini

Aceh, panjimas – Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, Ph.D, mengkritik model dakwah yang hanya mengandalkan pendekatan konvensional dan mendorong penguatan amal usaha profesional di daerah, Ahad (10/5/2026).

 

Tabligh Akbar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Masjid At-Taqwa Blangpidie. Acara semula direncanakan November 2025, tetapi tertunda akibat bencana alam di Aceh.

 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Abdya, Nazli Hasan, mengatakan kehadiran Hilman Latief diharapkan membawa semangat baru bagi warga Muhammadiyah setempat.

 

“Kehadiran Prof Hilman kami harapkan membawa semangat baru bagi warga Muhammadiyah Abdya,” ujar Nazli dalam sambutannya.

 

Tema yang diusung adalah “Melestarikan Ukhuwah, Mengokohkan Persyarikatan dan Memajukan Aceh Barat Daya”. Menurut Nazli, forum ini menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran Muhammadiyah dalam pembangunan daerah.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Abdya Safaruddin, unsur Forkopimda, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, serta pengurus dari Abdya, Aceh Selatan, dan Nagan Raya. Sejumlah pimpinan cabang Muhammadiyah se-Abdya tampak hadir.

 

Dalam tausiahnya, mantan Ketua Lazismu itu menekankan pentingnya penguatan ideologi gerakan Muhammadiyah hingga tingkat cabang dan ranting.

 

Ia menyebut ketahanan Muhammadiyah lebih dari satu abad karena visi kolektif dan budaya organisasi yang terjaga.

 

“Bangun kepercayaan, perbaiki layanan, dan ubah cara pandang. Dalam tajdid harus ada amal usaha Muhammadiyah baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Hilman.

 

Menurut guru besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu, Muhammadiyah tidak hanya bergerak dalam dakwah, tetapi juga tajdid, pendidikan, ilmu pengetahuan, hingga pelayanan sosial. Semua itu merujuk pada Risalah Islam Berkemajuan.

 

Ia menilai amal usaha Muhammadiyah harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

 

“Muhammadiyah harus mengambil peran strategis sebagai kekuatan sipil melalui amal usaha profesional yang berdampak bagi masyarakat,” tekannya.

 

Dalam rangkaian kunjungannya ke Abdya, Hilman Latief juga mengunjungi STKIP dan STIT Muhammadiyah Abdya di Kompleks Pendidikan Padang Meurante, Gampong Ujong Padang, Kecamatan Susoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *