BeritaKemenagNasionalNews

Kemenag Siapkan Fasilitator Pesantren Ramah Anak

18
×

Kemenag Siapkan Fasilitator Pesantren Ramah Anak

Sebarkan artikel ini

Jakarta panjimas  — Kemenag terus mematangkan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang aman dan inklusif. Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa pesantren ramah anak bukan sekadar pemenuhan fasilitas bersifat fisik, melainkan menciptakan kondisi yang dibangun oleh orang-orang di dalamnya.

 

“Pesantren yang ramah anak lahir dari lingkungan yang aman, hangat, dan penuh keteladanan. Sebagai fasilitator, kita harus memiliki kapabilitas yang baik untuk menjadi teladan bagi tenaga kependidikan di lingkungan pesantren.” ungkap Sekjen dalam kegiatan “Peningkatan Kapasitas Fasilitator Pesantren Ramah Anak pada Pesantren”, Jakarta, Senin (11/5/2026).

 

Menurutnya, kegitan semacam ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan pesantren menjadi ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar keunggulan intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

 

Kemenag ingin memastikan bahwa setiap santri mendapatkan perlindungan penuh selama menuntut ilmu. “Semoga ikhtiar ini memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan ruang pendidikan yang melindungi, mendidik, dan menumbuhkan generasi dengan baik,” tambahnya.

 

Kementerian Agama terus mengupayakan yang terbaik untuk memperluas praktik baik ini melalui penguatan regulasi, peningkatan kapasitas pengasuh pesantren, serta pengembangan panduan nasional pesantren ramah anak. Dengan demikian, pesantren diharapkan menjadi ruang tumbuh yang aman, sehat, dan bermartabat bagi seluruh santri Indonesia.

 

Kamaruddin berharap, dengan penguatan kapasitas ini, pesantren benar-benar menjadi “rumah kedua” bagi santri. Sebuah tempat di mana kasih sayang menjadi fondasi proses belajar mengajar.

 

“Pesantren harus menjadi rumah kedua yang penuh kasih sayang, tempat tumbuhnya generasi yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional,” tegas Sekjen.

 

Melalui program Pesantren Ramah Anak ini, Kementerian Agama menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan keadaban harus berjalan beriringan dengan penguasaan kitab kuning dan ilmu pengetahuan, demi masa depan santri yang sehat dan bermartabat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *