BeritaMUINasionalNews

Soal Bandara Kertajati, Sekjen MUI Ingatkan Kedaulatan NKRI Penting untuk Masa Depan Bangsa

458

Jakarta, panjimas – Sekjen MUI, Dr Amirsyah Tambunan menyoroti tentang rencana pengembangan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat sebagai pusat perawatan pesawat Hercules hasil kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat.

Kerjasama saling menguntungkan emang penting dilakukan, namun menjaga kedaulatan NKRI lebih penting. Akan tetapi muncul kekhawatiran karena proyek tersebut berkaitan langsung dengan armada militer dan melibatkan kerja sama strategis di sektor pertahanan dan keamanan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Menurut buya Amirsyah panggilan akrabnya mengatakan bahwa pemerintah perlu memberikan penjelasan secara tranparan dan akuntabel kepada publik mengenai batas kerja sama tersebut sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ia menilai Indonesia harus tetap menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak terlihat berpihak pada kekuatan militer negara tertentu.

Selain itu, Amirsyah juga meminta agar seluruh aktivitas di Kertajati tetap berada di bawah kendali penuh pemerintah Indonesia dan tidak digunakan untuk kepentingan operasi militer asing di kawasan tersebut.

 

Inovasi Teknologi

Pemerintah mempunyai banyak skema dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan. Diantaranya teknologi yang pernah di kembangkan pesawat kebanggaan di era Presiden B.J. Habibie adalah N250 Gatotkaca, yang diproduksi oleh PT Industri Pesawat Terbang Nasional (kini PT Dirgantara Indonesia) di Bandung.

Secara geografis berdekatan dengan fasilitas di Kertajati, maka hal ini dapat di jadikan upaya meningkatkan kemampuan industri perawatan pesawat baik peswat militer mapun komersial secara nasional.

“Sebenarnya anak bangsa mampunyai banyak ahli untuk maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat Hercules milik TNI AU. Jadi harus jelas Bandara Kertajati bukan untuk membangun pangkalan militer asing,” tandas Sekjen MUI itu.

Sebaiknya pemerintah dapat memanfaatkan SDM yang ahli dalam memperkuat teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia di masa depan.

Namun banyak pihak mempertanyakan mengapa ini menjadi perhatian publik?. Jawabannya karena berkaitan dengan kedaulatan nasional dan posisi strategis Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.

Lagi pula sebagai negara demokrasi Indonesia yang mempunyai kedaulatan dari, oleh dan untuk rakyat perlu mendapatkan jaminan agar seluruh warganya dapat berkiprah menjalankan misi kemanusiaan yang universal sehingga Negara dapat menjalankan fungsi antara lain pertama, mengatur masyarakat dan mencegah agar tercipta stabilitas sosial.

Kedua, negara berperan melindungi warga dan wilayahnya dari ancaman luar dan dalam; ketiga, Negara berfungsi mewujudkan Kemakmuran dan Kesejahteraan rakyat; keempat, mengupayakan kehidupan rakyat yang adil dan makmur.

Ini mencakup pengelolaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sumber daya alam seperti tambang; kelima, keadilan yakni menegakkan hukum tanpa pandang bulu melalui lembaga peradilan agar hak setiap warga negara terlindungi.

“Fungsi pertahanan yakni menjaga kedaulatan negara dari ancaman militer maupun non-militer” pungkas buya Amirsyah yang juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan Ikatan Keluarga Lemhannas (2026-2031).

Exit mobile version