BeritaNasionalNewsOpini

Prabowo dengan Sistem Ekonomi Konstitusi Serta Masalah yang Dihadapinya

34
×

Prabowo dengan Sistem Ekonomi Konstitusi Serta Masalah yang Dihadapinya

Sebarkan artikel ini

Panjimas – Sambutan Prabowo dalam penutupan Munas dan Konbes PBNU di Bangkalan Madura perlu kita renungkan baik-baik karena Prabowo mengajak kita untuk mengetahui apa sebenarnya yang sedang dan telah terjadi selama ini di negeri ini.

Prabowo menyimpulkan bahwa memang di negeri kita ekonomi bisa tumbuh 5 persen pertahun. Dalam rentang waktu tujuh tahun berarti pertumbuhannya 35 persen. Jadi semestinya negeri kita bertambah kekayaannya 35 persen dari masa 7 tahun yang lalu.

Tetapi pertanyaanya kata Prabowo mengapa pertumbuhan ekonomi itu belum dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Bahkan ada kelas menengah yang tadinya sudah lepas dari kemiskinan juga turun kembali.

Ini menjadi pertanda kata Prabowo ada persoalan dalam sistem ekonomi kita dimana yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Oleh karena itu kata Prabowo hal ini harus segera dibenahi agar hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata karena menurut Prabowo jika ekonomi tumbuh lalu orang miskin bertambah dan kelas menengah berkurang maka berarti sistem ekonomi kita keliru.

Prabowo benar jika dia melihat dari perspektif sistem ekonomi yang diamanatkan oleh konstitusi seperti yang terdapat dalam pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi : Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Tetapi karena dalam prakteknya sistem ekonomi yang berjalan di negeri ini selama ini seperti dikatakan Surya Paloh Ketua Umum Nasdem adalah sistem ekonomi liberalisme kapitalisme maka apa yang terjadi sekarang ini tidak perlu disesalkan karena memang sistem ekonomi liberalisme kapitalisme itu akan menguntungkan segelintir orang yang namanya pemilik kapital.

Disinilah kita lihat arti pentingnya pidato Prabowo untuk kita cermati karena sebagai Presiden dia berusaha untuk mengganti sistem ekonomi yang berlangsung selama ini yaitu liberalisme kapitalisme dan mengembalikannya kepada sistem ekonomi konstitusi, atau Mubyarto menyebutnya dengan istilah sistem ekonomi Pancasila.

Tugas ini tentu saja sangat berat karena di samping Prabowo pasti akan berhadapan dengan pihak-pihak yang selama ini telah diuntungkan oleh sistem tersebut juga para menteri dan para pembantunya tampak tidak dan kurang mendukung karena mereka sudah biasa dan memang pelaku dari sistem ekonomi liberalisme kapitalisme tersebut.

Oleh karena itu dalam merealisasikan ide dan gagasannya , Prabowo tentu akan menghadapi banyak masalah. Oleh karena itu jika ada presiden yang jatuh karena anak-anaknya maka Prabowo bisa jatuh karena para menteri dan para pembantunya.

Maukah Prabowo hal itu akan menimpa dirinya. Tentu jawabannya terserah kepada diri Prabowo itu sendiri karena hidup adalah memilih.

 

Anwar Abbas
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan.
Ketua PP Muhammadiyah
Wakil Ketua Umum MUI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *