BeritaKemenagNasionalNews

Wamenag: Kita Miliki Agama Masing-Masing Tapi Bisa Hidup Berdampingan

18
×

Wamenag: Kita Miliki Agama Masing-Masing Tapi Bisa Hidup Berdampingan

Sebarkan artikel ini

 

Kota Batu panjimas  — Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i, hadir pada pembukaan rangkaian Kebaktian Tahunan Nasional ke-63 Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Batu. Giat ini mengusung tema “God’s Arrow Generation” dengan subtema Psalm 127:1-5: “Be Prepared to Be God’s Instrument”.

 

“Saya senang sekali berada di sini, karena kita memiliki agama dan keyakinan masing-masing, tetapi tetap bisa hidup berdampingan dan rukun,” ujarnya di Kompleks YPPII Kota Batu, Selasa (30/6/2026).

 

Hadir, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, Pembimbing Masyarakat Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Luki Krispriyanto, jajaran pengurus YPPII, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

 

Wamenag mengajak generasi muda agar senantiasa menjaga semangat persatuan, toleransi, moderasi beragama serta mampu menjadi perekat persatuan bangsa mewujudkan Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera. Menurutnya, kerukunan antarumat beragama adalah salah satu cara menjaga pembangunan Indonesia agar menjadi negara yang maju dan sejahtera.

 

 

Ditegaskan Wamenag, seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama sebagai anak bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai Pancasila. UUD 1945 telah memberikan jaminan kepada setiap warga negara untuk memeluk agama dan menjalankan keyakinannya masing-masing.

 

“Kita tumbuh dengan Pancasila, maka kita semua adalah anak bangsa. Indonesia adalah negara religius yang dikristalisasi dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” tutur Wamenag.

 

“Negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan keyakinannya masing-masing. Dalam konteks sebagai bangsa yang religius, kita harus mampu hidup berdampingan,” imbuhnya.

 

Wamenag menambahkan bahwa keberagaman merupakan anugerah yang harus terus dirawat sebagai kekuatan bangsa Indonesia. Karena itu, kehidupan beragama di Indonesia harus terus dibangun di atas semangat saling menghormati, saling menerima, dan hidup berdampingan secara damai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *