BeritaMUINasionalNews

Sekjen MUI Berharap Materi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Perlu Dilakukan Uji Publik

109
×

Sekjen MUI Berharap Materi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Perlu Dilakukan Uji Publik

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Sekjen MUI, Dr. Amirsyah Tambunan menegskan bahwa sejumlah materi Kongres Umat Islam ke VIII telah rampung di bahas dalam acara Konsinyering yang berlangsung di hotel Balurung, Matraman pada tanggal 3-4 Juli 2026 kemarin

Setelah memperoleh masukan dari Focus Group Discussion (FGD) sebagai metode pendekatan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif melalui diskusi terarah dalam kelompok kecil yang membahas topik spesifik isu strategis, keumatan, kebangsaan dan geopolitik sejalan dengan tema: KUII: “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”.

Pra Kongres menyoroti kondisi ukhuwah melalui Silaturrahmi Nasional (Silatnas)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk Penguatan Ukhuwah yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 29-30 Juni 2026 bekerjasama dengan BRIS di rangkai dengan acara Deklarasi Nasional Ukhuwah MUI

“Komitmen bersama seluruh ormas Islam untuk memperkuat persatuan nasional menolak fitnah, adu domba dalam kehidupan masyarakat dan berbangsa,” tandas Buya Amirsyah.

Peluncuran Indeks Ukhuwah yang dikembangkan oleh MUI bekerja sama dengan tim ahli dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh persatuan umat Islam, merancang strategi kolektif membangun etika dan pradaban bangsa.

“Ini menjadi bagian dan proses dan prosedur menyerap aspirasi umat sebagai rangkaian pra-kongres menuju Kongres Umat Islam Indonesia. Pembahasan draf materi antara lain masalah kebangsaan, tindak Pidana Hukuman Mati Bagi Koruptor, pentingnya RUU Tindak Pidana bagi LGBT, dll,” ujarnya.

Kedua meteri ini menjadi bagian pembahasan pra-kongres oleh bidang Hukum MUI dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Hukum dalam Muzakarah Hukum Nasional MUI diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (2-3/7/26).

Isu lain geopolitik dan hubungan Internasional fokus pada, pertama, penguatan politik luar negeri bebas-aktif; kedua, peta jalan Indonesia dalam tata kelola dunia multipolar.

Selain itu persatuan dunia Islam dalam menghadapi krisis Kemanusiaan dalam tataran Global baik bagi berpenduduk mayoritas Muslim maupun minoritas termasuk komitmen penuh terhadap kemerdekaan Palestina yang menjadi poros membangun pradaban umat. Bangsa ini tengah menghadapi tantangan modernisasi dan ekonomi.

Oleh karena itu KUII penting menyerap aprirasi dalam bentuk uji publik materi KUII untuk memyerap aspirasi guna mengutamakan kedaulatan, persatuan umat, serta mencari solusi untuk mengatasi masalah kerawanan pangan, bencana iklim, ketimpangan sosial-ekonomi, dan kuatnya arus informasi dalam menghadapi globalisasi.

Sejumlah FGD yang digelar MUI juga dirancang agar menghasilkan sejumlah materi kongres berupa Peta jalan Umat dan Bangsa Indonesia yang konkret terhadap problem yang dihadapi bangsa, baik pada level nasional maupun internasional.

Pembaruan informasi mengenai perkembangan serta dokumen strategis kongres perlu uji publik dari semua pemangku kepentingan sebelum penyelenggaraan KUII sehingga materi yang di siapkan dengan fokus pada masalah sekaligus memberikan solusi atas masalah keumatan, kebangsaan dan geopolitik oleh Ketua steering commitee KUII yang di pimpin Dr. KH.Marsudi Syuhud dan Sekretaris Dr. H. Rofiqul Umam Ahmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *