BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Dubes Yaman Temui Muhammadiyah, Dorong Pertukaran Pelajar dan Diplomasi Budaya

57
×

Dubes Yaman Temui Muhammadiyah, Dorong Pertukaran Pelajar dan Diplomasi Budaya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, panjimas — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh pada Rabu (12/8) di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta.

 

Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan Indonesia-Yaman, khususnya melalui kerja sama pendidikan dan kebudayaan, sekaligus dukungan terhadap upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas di Yaman.

 

Kehadiran Duta Besar Yaman tersebut diterima langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni dan Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah Imam Addaruqutni.

 

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Yaman mendorong adanya pertukaran pelajar dan mahasiswa antara Indonesia dan Yaman. Ia menyebut hubungan pendidikan kedua negara selama ini telah berjalan cukup kuat, salah satunya ditandai dengan banyaknya pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Yaman.

 

“Ada sekitar 8.000 pelajar Indonesia di Yaman. Ada yang belajar di Darul Mustafa, ada yang belajar di Tarim, Seiyun, Universitas Al-Ahqaf, dan beberapa lembaga pendidikan lainnya,” ujar Dubes Yaman.

 

Menurutnya, besarnya jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Yaman perlu diimbangi dengan peningkatan kesempatan bagi pelajar Yaman untuk menempuh pendidikan di Indonesia. Karena itu, ia berharap Muhammadiyah dapat menjadi salah satu pintu penguatan kerja sama pendidikan tersebut.

 

“Kami berharap dari pihak Muhammadiyah ada keseimbangan dalam pertukaran pelajar. Kami berharap mahasiswa Yaman dapat belajar di Indonesia dan mahasiswa Indonesia juga dapat belajar di Yaman,” tuturnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Syafiq Mughni menyambut baik peluang kerja sama pendidikan antara kedua pihak. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Yaman memiliki akar sejarah yang panjang, terutama antara masyarakat Indonesia dan Hadhramaut.

 

“Tadi asyik sekali kami mendengarkan uraian tentang bagaimana hubungan Yaman dan Indonesia yang pada saat itu dikenal sebagai Nusantara. Karena itulah kerja sama antara Indonesia dan Yaman terus berlanjut,” ungkap Syafiq.

 

 

 

Syafiq menjelaskan, kerja sama pendidikan tersebut dapat dikembangkan melalui pertukaran mahasiswa maupun kesempatan bagi mahasiswa Muhammadiyah untuk melakukan penelitian di Yaman.

 

 

 

“Beberapa mahasiswa akan datang ke Indonesia untuk belajar di perguruan tinggi Muhammadiyah dan mahasiswa Muhammadiyah untuk bisa belajar di perguruan tinggi di Yaman, termasuk di dalamnya adalah para mahasiswa yang sedang menulis tesis atau disertasi, khususnya tentang Timur Tengah atau wilayah di sekitar Yaman,” ungkap Syafiq.

 

Perkuat Diplomasi Kebudayaan

Selain pendidikan, Dubes Yaman menilai hubungan Indonesia dan Yaman juga memiliki kedekatan dalam bidang kebudayaan. Hal itu terlihat dari kesamaan tradisi, musik, lagu, hingga kuliner yang berkembang di masyarakat kedua negara.

 

“Hubungan antara Yaman, khususnya Hadhramaut, dan Indonesia bukan hanya dalam sejarah pendidikan, tetapi juga dalam budaya. Lagu-lagu Yaman banyak dinyanyikan oleh masyarakat Muslim di Indonesia, dan bahkan terdapat kesamaan dalam makanan dan tradisi,” ungkapnya.

 

Untuk memperkuat hubungan tersebut, kedua pihak juga menjajaki kolaborasi kebudayaan berupa pertunjukan orkestra yang melibatkan musisi Yaman dan Indonesia.

 

“Kami berharap dapat melakukan proyek bersama, sebuah kolaborasi orkestra dengan musisi Yaman dan musisi Indonesia. Ini akan semakin menguatkan hubungan kedua rakyat dan kedua bangsa dalam kerangka diplomasi budaya,” jelasnya.

Yaman Harapkan Dukungan Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Yaman turut menyampaikan kondisi negaranya yang menghadapi konflik berkepanjangan. Ia berharap Indonesia dan masyarakat internasional dapat mengambil peran lebih kuat dalam mendorong penyelesaian konflik dan menjaga stabilitas kawasan.

 

Menurutnya, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional terus berupaya menempuh jalur perundingan untuk mengakhiri konflik. Ia menilai perang hanya akan memperbesar kerugian yang dialami masyarakat Yaman.

 

“Pemerintah Yaman yang resmi terus berusaha melakukan negosiasi perdamaian, karena kami melihat bahwa jika perang terus berlangsung, yang akan mengalami kerugian adalah rakyat Yaman,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti dampak konflik terhadap keamanan jalur pelayaran di kawasan Laut Merah yang dinilai berpotensi mengganggu perdagangan internasional, termasuk kepentingan Indonesia.

 

Karena itu, Dubes Yaman berharap dukungan internasional tidak berhenti pada pernyataan politik, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret untuk mendorong penghentian serangan, menekan eskalasi konflik, serta membantu pemulihan stabilitas ekonomi dan politik Yaman.

 

“Kami berharap ada dukungan dan aksi nyata dari pemerintah Indonesia serta masyarakat internasional untuk membantu pemerintah Yaman dalam menciptakan stabilitas dan menghentikan serangan yang dilakukan oleh milisi Houthi,” pungkasnya.

 

Pertemuan tersebut menegaskan peluang penguatan hubungan Indonesia-Yaman melalui tiga jalur utama, yakni pendidikan, kebudayaan, dan diplomasi perdamaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *