BeritaKemendikdasmenNasionalNews

Wamendikdasmen Fajar Resmikan Susi Environmental School di Pangandaran

92

Jakarta, panjimas – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meresmikan Susi Environmental School, sebuah layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diinisiasi oleh Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (5/9). Peresmian ini dilakukan di sela-sela rangkaian acara Pangandaran Air Show 2026.

Wamen Fajar menyampaikan apresiasi mendalam kepada Susi Pudjiastuti atas dedikasi dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, khususnya pada jenjang usia dini. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk nyata investasi terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Atas nama Kemendikdasmen, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Susi. Ini menunjukkan keberanian berinvestasi pada sumber daya manusia sejak usia dini,” ujar Wamen Fajar.

Relevansi dengan Pembelajaran Mendalam
Fajar menilai konsep yang diusung Susi Environmental School sangat relevan dengan program “Pembelajaran Mendalam” (Deep Learning) yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti. Konsep ini menekankan agar anak-anak tidak hanya terpaku pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

“Apa yang dilakukan di sini relevan dengan Pembelajaran Mendalam. Anak belajar secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, di dalam maupun di luar ruang,” jelasnya saat meninjau fasilitas sekolah dan berinteraksi dengan para siswa.

Ia menambahkan bahwa pendekatan yang dekat dengan alam sangat krusial di era digital saat ini, guna menyeimbangkan kehidupan anak yang semakin lekat dengan gawai dan media sosial.

Penguatan Wajib Belajar 13 Tahun
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar juga menyoroti pentingnya penguatan partisipasi pendidikan prasekolah di Pangandaran. Meski seluruh 93 desa di Pangandaran telah memiliki layanan PAUD dan 10 kecamatan memiliki PAUD negeri, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5–6 tahun masih berada di angka 86,67 persen.

Wamen menegaskan bahwa PAUD adalah fondasi utama dalam kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah. Kebijakan ini bertujuan memastikan anak memiliki kesiapan mental dan kognitif yang kuat sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

Ia juga mengaitkan inisiatif masyarakat ini dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). “Kalau pemerintah membangun pusat keunggulan melalui SNT, maka yang dilakukan Ibu Susi menunjukkan bahwa pusat keunggulan juga dapat tumbuh dari masyarakat. Inilah semangat Partisipasi Semesta: negara hadir, daerah bergerak, masyarakat ikut mengambil bagian,” tegasnya.

Visi Susi Pudjiastuti untuk Generasi Muda
Susi Pudjiastuti mengungkapkan bahwa pendirian sekolah ini didasari keinginan untuk mencetak generasi yang mencintai alam dan memiliki semangat juang untuk membangun bangsa. “Saya ingin berpartisipasi mendidik tunas bangsa untuk cinta alam dan punya semangat menjadikan Indonesia lebih baik,” tutur Susi.

Wamen Fajar berharap kehadiran sekolah ini, ditambah dengan ajang edukasi seperti Pangandaran Air Show, dapat memperluas cakrawala generasi muda di Pangandaran. “Pendidikan harus memberi mereka akar agar tetap kuat berpijak, sekaligus sayap agar mereka terbang tinggi tapi tetap membumi,” pungkasnya.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto, serta Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan jajaran tokoh kedirgantaraan nasional.

Exit mobile version