BeritaMuhammadiyahNasionalNews

MPKS Dorong AUMSos Muhammadiyah Lebih Adaptif, Ukur Kinerja dan Perkuat Layanan

15

SEMARANG, panjimas – Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Indeks Kinerja Amal Usaha Sosial Muhammadiyah (IKA) Batch 1 di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, 4–6 September 2026.

 

Sebanyak 44 peserta dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pembinaan, pengawasan, dan pengelolaan Amal Usaha Sosial Muhammadiyah (AUMSos) secara lebih sistematis dan berbasis kinerja.

 

Peserta berasal dari unsur MPKS PWM Jawa Tengah, MPKS PDM se-Jawa Tengah, pengelola AUMSos se-Jawa Tengah, MPKS PWM Yogyakarta, MPKS PDM se-Yogyakarta, serta pengelola AUMSos se-Yogyakarta.

 

Wakil Ketua MPKS Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ridwan Furqoni, menegaskan bahwa IKA dapat dipandang sebagai general check up bagi AUMSos Muhammadiyah.

 

“Indeks Kinerja AUMSos merupakan upaya general check up AUMSos Muhammadiyah. Dengan demikian, kita dapat melihat kondisi organisasi secara lebih utuh dan mengetahui bagian mana yang perlu diperkuat,” ujar Ridwan.

 

Menurut dia, penguatan dan modernisasi AUMSos tidak cukup dimaknai sebagai upaya mengikuti perubahan zaman. Modernisasi harus berorientasi pada peningkatan kualitas layanan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

“Modernisasi AUMSos bukan sekadar mengikuti zaman, tetapi memastikan layanan terus bertumbuh dan berkembang,” tegasnya.

 

Pandangan tersebut menempatkan IKA bukan sebagai instrumen evaluasi yang berhenti pada penilaian, melainkan sebagai bagian dari proses pembelajaran organisasi. Hasil pengukuran diharapkan dapat membantu AUMSos menentukan aspek yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.

Memperkuat Hubungan Majelis, Pengurus, dan Pengelola

Sementara, Koordinator Tim Pelaksana kegiatan dari MPKS Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Zaenal Abidin, mengatakan IKA memiliki dimensi strategis dalam memperkuat hubungan kerja antara Majelis sebagai penyelenggara, pengurus sebagai unsur pembina dan pengawas, serta pengelola AUMSos sebagai pelaksana layanan.

 

“Indeks Kinerja AUMSos merupakan strategi untuk memperkuat bonding antara MPKS, pengurus, dan pengelola LKS Muhammadiyah melalui sebuah tools Indeks Kinerja. Dengan instrumen ini, proses pembinaan tidak berhenti pada penilaian, tetapi dilanjutkan dengan agenda penguatan kapasitas dan pengembangan organisasi,” jelas Zaenal.

 

Ia menambahkan, hasil pengukuran IKA diharapkan menjadi pijakan bagi AUMSos dalam merumuskan strategi pengembangan organisasi secara lebih terencana.

 

“IKA mendorong LKS Muhammadiyah untuk melakukan pengembangan organisasi yang dirumuskan dalam rencana strategis atau renstra, sekaligus membangun komitmen seluruh komponen untuk bersama-sama mengembangkan AUMSos,” lanjutnya.

 

Dengan demikian, pengukuran kinerja diharapkan dapat membangun kesadaran bersama bahwa pengembangan AUMSos merupakan tanggung jawab seluruh unsur yang terlibat di dalamnya, bukan hanya pengelola layanan.

 

Dari Penilaian Menuju Rencana Aksi

Wakil Sekretaris MPKS Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Tim Fasilitator IKA, Siti Masyitah Rahma, mengatakan keberhasilan penerapan IKA sangat bergantung pada pemahaman para pihak yang terlibat dalam proses pengukuran.

 

Karena itu, ToT secara khusus diarahkan untuk membekali penyelenggara, pengurus, dan pengelola AUMSos agar mampu memfasilitasi proses pengukuran sekaligus menerjemahkan hasilnya menjadi agenda penguatan organisasi.

 

Peserta ditargetkan memiliki tiga kompetensi utama, yakni mampu menjadi fasilitator dalam proses pengukuran IKA, memahami domain dan subdomain dalam instrumen IKA, serta mampu melakukan tabulasi skor dan merumuskan rencana aksi penguatan AUMSos berdasarkan hasil pengukuran.

 

Pendekatan tersebut menempatkan pengukuran kinerja sebagai bagian dari siklus pengembangan organisasi: mengukur, merefleksikan, merencanakan, memperbaiki, dan mengembangkan

Exit mobile version