Oleh : Amirsyah Tambunan*)
Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan untuk membangun pradaban umat dan bangsa. Karena itu buku adalah karya ilmiah yang disusun pakar atau peneliti dalam rangka menyajikan analisis mendalam, teori, serta hasil penelitian yang ditujukan bagi masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.
Buku memiliki jenis dan karakrer yang dapat di nikmati pembaca guna mengembangkan wawasan, cakrawala, pemikiran yang terstruktur, sistematik dan analisis sehingga para pembaca memahami dengan baik. Sebaliknya buku yang baik terhindar dari kontroversi.
Sebagai akademisi, pihak nya mengajak para pembaca mengedepankan tabayun dalam mencermati buku bunga rampai (Book Chapter) merupakan kumpulan tulisan dari berbagai penulis yang disatukan dalam satu tema besar seperti: Buku “Islam Ala Prabowo” diterbitkan pada April 2026.
Peluncurannya kemudian dilakukan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas 2026 di Jakarta pada 26 Agustus 2026 yang lalu.
Namun di sayangkan sejumlah penulis Buku “Islam Ala Prabowo” tidak terkonfirmasi secara akurat sehingga muncul kontoversi, karena penulis membantah bukan bagian dari penulis seperti: Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, KH Said Aqil Siradj.
Perlu Revisi Agar Lebih Baik.
Untuk mengakhiri polemik di publik sekaligus menjawab pertanyaan banyak pihak bahwa judul buku kurang relevan dengan isi seperti; Pertama, secara empirik isi buku menjelaskan Prabowo Subianto mengamalkan ajaran Islam.
Kedua, pengamalan sisi spiritualitas, karakter kepemimpinan Prabowo Subianto; Ketiga, menjelaskan nilai-nilai Islam dikaitkan dengan kehidupan dan perjalanan Prabowo sebagai seorang tokoh nasional.
Keempat, kepemimpinan Prabowo kaitannya dengan pengamalan nilai-nilai perdamaian, keadilan, tanggung jawab, pengabdian; kelima, kepedulian Prabowo terhadap masyarakat.
Buku Membangun Karakter
Buku sebagai rujukan dalam membangun karakter karen buku memiliki kekuatan; Pertama, secara akademik berbasis bukti menggunakan data, metodologi, dan rujukan atau referensi yang kredibel.
Kedua, berpikir kritis yakni pembaca mengevaluasi berbagai argumen atau sudut pandang; Ketiga, buku bukan sekadar memberi informasi akan tetapi juga menganalisis sekaligus memberikan solusi atas masalah.
Keempat, buku memiliki standar menggunakan bahasa baku, struktur sistematis, dan kaidah penulisan ilmiah seperti buku Ajar untuk perkuliahan yang disusun berdasarkan kurikulum untuk membantu proses belajar mengajar.
Buku bentuk karya tulis ilmiah yang fokus membahas satu topik atau sub-bab secara mendalam dari hasil penelitian yang di jadikan sebagai rujukan dalam bidang ilmu tertentu yang cakupannya lebih luas di hasilkan melalui pemikiran dan renungan yang mendalam.
Selanjutnya yang terakhir, kepada penerbit atau yang menerbitkan buku itu sebaiknya perlu memberikan klarifikasi dan revisi buku kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau namanya dimanfaatkan sebagai penulis yang disebutkan dalam buku tersebut, padahal yang bersangkutan merasa tidak pernah memberikan tulisannya. Hal ini penting dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat terhadap buku tersebut.
*) Dosen UMJ Jakarta & Pemerhati Media












