BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Tumbuh dari Ekosistem Wirausaha dan Semangat Kemandirian yang Kuat

14
×

Muhammadiyah Tumbuh dari Ekosistem Wirausaha dan Semangat Kemandirian yang Kuat

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA, panjimas  – Muhammadiyah mulai fokus menjalankan usaha di bidang ekonomi dan bisnis. Melongok pada fase awal, kelahiran Muhammadiyah, denyut nadinya disokong oleh pergerakan para wirausaha, lebih-lebih Kiai Dahlan sekali pun.

 

“Beliau jualan batik, tapi itu simbol dari wirausaha. Muhammadiyah generasi awal itu tumbuh di pusat-pusat ekonomi pribumi yang kuat,” kata Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (19/9) saat Grand Launching Mentari Bayt Coin (MBC) di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

 

Spektrumnya mencakup di Yogyakarta, Klaten, Surakarta, Surabaya, sampai ke Banyuwangi. Kemudian, bersambung ke Semarang, Pekalongan, Pekajangan, Garut, Tasikmalaya, Betawi, dan sampai ke Padang Panjang, Aceh, dan Kalimantan.

 

“Di sana fondasi wirausahanya kuat sekali sejak zaman Belanda. Ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah itu memang memiliki dasar ekosistem bisnis wirausaha yang semuanya untuk memperkokoh posisi pergerakan Islam ini,” ujar Haedar.

 

Tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah, sebagai nukilan hadis Rasulullah yang menjadi spirit Muhammadiyah memiliki kekuatan sendiri dalam menjalankan usaha wirausaha lewat amal usahanya.

 

“Biarpun basically bukan pergerakan bisnis, tetapi kita harus bisa menghidupi diri sendiri. Tidak mungkin pendidikan, kesehatan, sosial kita itu kuat kalau kita tidak mandiri. Dari kecil lalu menjadi besar,” tegas Haedar.

 

Seperti pendidikan yang dijalankan, misalnya. Ribuan sekolah dan ratusan perguruan tinggi yang kini tampak besar dan mentereng, di awali dari tingkat bawah. “Dulu kecil, besar, sekarang besar,” ucapnya. Semua itu, kata Haedar, semangatnya adalah semangat dan etos kemandirian.

 

“Kemandirian tentu bukan eksklusif. Dengan etos kemandirian itulah kemudian Alhamdulillah Muhammadiyah bisa cukup kuatlah sebagai ormas keagamaan dan kemasyarakatan,” tegasnya.

 

Pada saat yang sama, ditekankan Haedar, kemandirian yang dipelopori Muhammadiyah itu, semangatnya berupaya untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat yang seluas-luasnya.

 

“Muhammadiyah bikin sekolah, rumah sakit, kemudian Lembaga-lembaga social termasuk bisnis, bukan untuk Muhammadiyah, tapi untuk umat, untuk masyarakat, untuk bangsa,” tegasnya

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *