Luar biasa para pembantu Presiden yang memberi izin kepada andrea bocelli seorang penyanyi kelas dunia yang dikenal sebagai pendukung berat israel untuk tampil dalam konser musik di Indonesia.
Itu sama saja artinya kita menerima dan membenarkan penjajahan yang dilakukan oleh israel terhadap rakyat Palestina. Sikap dari para pembantu Presiden yang seperti itu, yang tidak memperhatikan ideologi dalam mengelola negara, jelas tidak sesuai jiwa dan semangatnya dengan amanat konstitusi.
Seperti yang terdapat dalam alinea pertama dari pembukaan UUD 1945 yang mengatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Oleh karena itu keputusan dari para pembantu presiden tersebut jelas merupakan sebuah tindak pelecehan terhadap konstitusi. Akibatnya sudah jelas dimana persatuan dan kesatuan diantara kita sebagai warga bangsa akan retak dan nama baik Presiden Prabowo sendiri di mata sebagian besar rakyat di negeri ini akan bermasalah.
Karena Prabowo dilihat hanya sibuk dengan pasal 33 dari UUD 1945 tetapi abai dengan jati diri bangsanya sendiri sebagai bangsa yang anti terhadap penjajahan.
Perlu diketahui kita tidak anti terhadap adanya penyelenggaraan konser-konser musik yang berkelas dunia asal saja dalam penyelenggaraannya memperhatikan dan menghormati konstitusi yang ada.
Tetapi apa yang dilakukan oleh para pembantu presiden ini jelas sebuah PARADOKS karena di satu sisi Presiden Prabowo ingin menegakkan konstitusi tapi dipihak lain anak buahnya sendiri malah yang merebahkannya.
Hal ini tentu tidak bisa ditolerir karena selain tidak baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara juga merupakan pembusukan terhadap nama baik dari Presiden Prabowo itu sendiri. Dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi.
Anwar Abbas
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan











