Jakarta, panjimas – Panitia Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiah melakukan audiensi ke Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Muhammad Bobby Afif Nasution dalam rangka menyampaikan persiapan perhelatan musyawarah akbar salah satu Ormas Islam terbesar Indonesia yang akan digelar Tahun 2027. Kegiatan ini dilakukan pada Senin (2/11) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan.
Audiensi dipimpin langsung Ketua Panitia Pusat Penyelenggara Muktamar ke 49 Dr. H. Agung Danarto, M.Ag, Wakil Ketua dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes dan Sekretaris Panitia, Dr. M. Nurul Yamin, M.S bersama Ketua Panitia Penerima Muktamar yang juga Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd dan Ketua PWM Sumut Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, M.A. Kunjungan audensi diterima langsung oleh Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution bersama jajaran.
Usai audensi, Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto mengapresiasi sambutan dan dukungan Gubernur Sumut untuk sukses pelaksanaan Muktamar ke 49. Ia menjelaskan, dalam pertemuan itu pihaknya menyampaikan persiapan Muktamar dilakukan jauh-jauh hari mengingat kegiatan tersebut merupakan momentum besar bagi seluruh warga Muhammadiyah.
“Bagi Muhammadiyah, Muktamar itu seperti hari raya. Persiapannya biasanya dilakukan hingga lima tahun sebelumnya, termasuk kesiapan membangun gedung baru untuk lokasi pelaksanaan,” jelas Agung Danarto.
Dia menyampaikan, pembukaan Muktamar direncanakan berlangsung di Stadion Teladan Medan, sedangkan persidangan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan dipusatkan di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Kegiatan tersebut diperkirakan menarik hingga 1 juta pengunjung dari berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri.
Selain agenda persidangan, panitia juga akan menyelenggarakan Expo Pameran Ekonomi serta Pertemuan Internasional yang menghadirkan perwakilan cabang Muhammadiyah dari 30 negara dan organisasi Islam dunia.
Sementara Ketua Panitia Penerima,yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof. Akrim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubsu yang telah memberikan dukungan penuh serta siap membantu pelaksanaan muktamar.
“Kami dari panitia menyampaikan beberapa informasi tentang kesiapan pelaksanaan dan kami juga laporkan secara menyeluruh. Alhamdulillah, tentu sangat senang Pak Gubernur siap membantu serta mendukung pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah tahun 2027,” ujarnya.
Dijelaskan, Panitia Penerima Muktamar terus melakukan berbagai persiapan teknis untuk menyambut kehadiran para peserta dan penggembira ke Sumatera Utara. Selain itu pembangunan arena muktamar berupa Gedung auditorium Berkemajuan dan Walidah Sporthall terus dikebut agar bisa selesai tepat Waktu.
Panitia Penerima Muktamar juga terus melakukan kordinasi dan konsolidasi dengan seluruh panitia local dan Panitia Pusat guna memastikan tahapan persiapan bisa terus dimatangkan. “Kami bertekad Muktamar Muhammadiyah 2027 bisa menjadi muktamar digital berkelas dunia sesuai dengan visi dan misi UMSU dan itu sudah kita siapkan dalam bentuk aplikasi Mymuktamar,” katanya.
Sebelumnya pada audensi, Gubsu menyatakan kesiapan mendukung penyelenggaraan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah pada November 2027 di Kota Medan. Agenda berskala nasional dan internasional tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat.
“Pada prinsipnya Pemprov Sumut akan mendukung dan memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan Muktamar. Kami sangat terbuka dan berharap agenda besar ini berjalan sukses,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, kepercayaan menjadikan Sumut sebagai tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah merupakan peluang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi daerah. Kehadiran peserta dan peninjau dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara diperkirakan memberikan dampak terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Lonjakan jumlah kunjungan peserta dan peninjau dari luar daerah hingga mancanegara tentunya akan menggerakkan perekonomian masyarakat Sumut,” tambahnya











