MuhammadiyahNasionalNews

Akademi Da’i Digital Muhammadiyah: Meneguhkan Dakwah Berkemajuan di Era Virtual

33
×

Akademi Da’i Digital Muhammadiyah: Meneguhkan Dakwah Berkemajuan di Era Virtual

Sebarkan artikel ini

Surabaya, panjimas – Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Akademi Da’i Digital Muhammadiyah pada 30–31 Agustus 2025 di Surabaya.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, mulai dari Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi Selatan. Mereka adalah kader Muhammadiyah dan pengurus LDK yang diproyeksikan menjadi da’i digital—pendakwah yang piawai memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sa’ad Ibrahim menyampaikan bahwa kemajuan teknologi digital harus ditempatkan sebagai sarana, bukan tujuan.

“Teknologi digital adalah karya manusia. Jangan sampai kita diperbudak oleh karya kita sendiri. Posisi kita tetap sebagai khalifah yang memanfaatkan teknologi untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Sa’ad menegaskan, bagi kader Muhammadiyah khususnya para da’i, menguasai teknologi digital adalah kewajiban.

“Menggunakan teknologi digital untuk dakwah adalah fardhu ‘ain. Dakwah kita harus hadir di ruang-ruang yang kini paling banyak diakses manusia,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak terjebak pada pola pikir pesimis dalam menghadapi tantangan digital.

“Jangan biarkan pikiran pesimis keluar dari lisan kita. Dunia digital membuka peluang besar, asalkan mindset kita optimis dan progresif,” tambahnya.

Sa’ad juga menegaskwan bahwa dakwah digital harus senantiasa berpijak pada al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus selaras dengan risalah Islam berkemajuan sebagaimana misi Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menekankan bahwa perkembangan teknologi digital tidak bisa dibendung, sehingga dakwah Muhammadiyah harus hadir di ruang virtual.

“Kalau kita tidak mewarnai dunia digital dengan konten positif, maka ruang itu akan dipenuhi hal-hal negatif, mulai dari pornografi hingga ujaran kebencian,” tegasnya.

Arifin menjelaskan bahwa Akademi Da’i Digital ini didesain agar peserta mampu menghadirkan konten dakwah yang positif, mencerahkan, dan bermanfaat.

“Minimal jari-jari kita bergerak di gadget untuk berdakwah. Kalau majelis tabligh berdakwah lewat mimbar, maka da’i digital berdakwah lewat layar,” ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *