BeritaKemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Raih Kemuliaan Ramadhan dan Perkuat Ukhuwah

150
×

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Raih Kemuliaan Ramadhan dan Perkuat Ukhuwah

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, panjimas – Abdul Mu’ti mengajak masyarakat untuk meraih kemuliaan (fadilah) Ramadhan dengan mengisi hari-hari puasa melalui berbagai amalan dan ibadah, sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa (ukhuwah wathaniyah).

“Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya terdapat banyak kemuliaan. Kemuliaan itu akan menjadi sempurna kalau kita isi dengan berbagai amalan dan ibadah yang sesuai dengan syariat,” ujar Mu’ti di Jakarta, Jumat.

Ia menilai suasana puasa menghadirkan dorongan spiritual dan kekuatan mental untuk menghadapi berbagai tantangan hidup. Karena itu, Ramadhan perlu dimanfaatkan untuk membangun kerukunan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mempererat persatuan bangsa.

Dalam ceramahnya, Mu’ti juga menyinggung fenomena communal piety atau kesalehan komunal. Menurutnya, semangat beribadah seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, baik keluarga maupun tempat kerja.

Lingkungan yang kondusif, kata dia, akan mendorong tumbuhnya kebiasaan ibadah yang lebih kuat selama bulan suci.

Terkait makna Ramadhan sebagai bulan Al Quran (Syahrul Quran), Mu’ti mengutip Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menegaskan Al Quran sebagai pembeda antara yang benar (haq) dan yang batil.

Ia juga mengingatkan peristiwa Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan sebagai momen penting diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah.

“Tradisi tadarus yang kita laksanakan terinspirasi dari Rasulullah yang senantiasa tadarus Al Quran bersama Malaikat Jibril. Kita perlu memperbanyak membaca Al Quran, terutama meningkatkan frekuensi,” ujarnya.

Namun, ia mengimbau umat Islam tidak hanya mengejar kuantitas bacaan, melainkan membaca Al Quran dengan tartil dan penuh penghayatan agar memperoleh hidayah dalam kehidupan sehari-hari.

Mu’ti juga menyoroti aspek sosial Ramadhan sebagai bulan persaudaraan (Syahrul Ukhuwah). Tradisi buka bersama di Indonesia, menurutnya, menjadi cerminan kerukunan karena sering kali dihadiri berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang agama.

“Buka bersama menunjukkan rahmat dari ibadah puasa dirayakan oleh masyarakat, apa pun agamanya,” katanya.

Ia menegaskan kemuliaan Ramadhan yang telah dimuliakan oleh Allah SWT harus diisi dengan amal saleh. Ibadah selama bulan suci ini diharapkan menjadi momentum perbaikan diri dan penguatan persatuan bangsa.

Mengakhiri pesannya, Mu’ti mengajak umat Islam memaksimalkan ibadah dan sedekah selama Ramadhan sebagai wujud penguatan spiritual sekaligus solidaritas sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *