BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Tidak Hanya Besar karena Amal Usaha, tetapi karena Ruh Perjuangan

83
×

Muhammadiyah Tidak Hanya Besar karena Amal Usaha, tetapi karena Ruh Perjuangan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hilman Latief mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus menjaga ruh perjuangan Persyarikatan sekaligus memperkuat ketahanan organisasi agar tetap mampu menjawab tantangan zaman.

 

Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Hari Bermuhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Matraman di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (18/7).

 

Hilman menegaskan bahwa keberlangsungan Muhammadiyah tidak semata diukur dari berkembangnya amal usaha atau berdirinya gedung-gedung megah, tetapi terutama dari terpeliharanya semangat dakwah, pengabdian, dan kaderisasi yang diwariskan secara berkesinambungan dari generasi ke generasi.

 

“Muhammadiyah akan terus kuat apabila ruh perjuangan, semangat berkhidmat, dan kaderisasinya tetap hidup di tengah warga Persyarikatan,” ujarnya.

 

Hilman kemudian mengulas kembali substansi Risalah Islam Berkemajuan yang menempatkan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, gerakan tajdid (pembaruan), gerakan ilmu, dan gerakan amal. Menurutnya, keempat pilar tersebut menjadi fondasi Muhammadiyah dalam menghadirkan Islam yang mencerahkan melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan literasi keagamaan, hingga berbagai program pemberdayaan sosial.

 

Selain penguatan ideologi, Hilman juga menyoroti pentingnya membangun ketahanan organisasi melalui tata kelola keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi organisasi, Muhammadiyah dituntut semakin profesional dalam mengelola sumber daya dan merancang keberlanjutan program.

 

Ia menekankan bahwa efisiensi penyelenggaraan kegiatan, pengelolaan keuangan yang akuntabel, serta penyusunan skenario keberlanjutan organisasi merupakan langkah strategis yang harus terus diperkuat agar Persyarikatan semakin mandiri dan berdaya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Hilman turut memaparkan sejumlah program strategis PP Muhammadiyah. Di antaranya pengembangan program perumahan bagi warga Muhammadiyah melalui kolaborasi dengan perbankan syariah dan pemerintah, penyusunan skema jaminan hari tua bagi guru dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta pengembangan kawasan pemakaman Muhammadiyah yang dikelola secara profesional sebagai bagian dari pelayanan sosial Persyarikatan.

 

Pada sektor pendidikan, Hilman menegaskan bahwa sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) harus terus menjadi instrumen pembaruan sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

 

Karena itu, pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan didorong untuk menjaga keberlangsungan dan meningkatkan mutu lembaga pendidikan agar tetap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *